Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat telah melokalisir kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin sore.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan petugas masih melakukan pendinginan setelah api yang merambat cepat akibat kepadatan hunian itu berhasil diblokir sehingga tidak meluas.

"Update terbaru untuk kebakaran di Kecamatan Gambir ini sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan saja," kata Syarifudin di lokasi kebakaran, Senin.

Dia menyebutkan sebanyak total 29 unit pemadam kebakaran dengan 135 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Pengerahan ditambah setelah petugas menemukan indikasi api merambat ke bangunan kosong di sekitar lokasi.

"Personel diterjunkan untuk sementara 27 unit. Tadi penambahan dua unit karena ada indikasi terbakar gedung kosong, kita tambah dua unit lagi. Jadi, total 29 unit dengan 135 personel," ujar Syarifudin.

Menurut dia, proses pemadaman menghadapi kendala berupa permukiman yang padat dan akses yang sempit serta sumber air yang cukup jauh dari lokasi sehingga petugas harus menggelar selang dalam jarak yang panjang.

Selain itu, kata dia, petugas juga meminta pemadaman aliran listrik di area kebakaran untuk mencegah risiko anggota tersengat listrik saat melakukan pemadaman.

"Sudah, sudah padam," kata Syarifudin terkait aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran.

Sementara itu, Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal mengatakan kepolisian mengerahkan sekitar 100 personel untuk membantu pengamanan dan penanganan kebakaran bersama petugas pemadam, TNI, serta masyarakat.

"Alhamdulillah, untuk korban jiwa dari masyarakat sampai hari ini belum ada, dan kita masih terus melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terbakar di dua RT," ungkap Mirzal.

Berdasarkan pendataan sementara di Kecamatan Gambir, sebanyak 114 rumah terdampak kebakaran dengan 310 kepala keluarga atau 880 jiwa.

Mirzal mengatakan tim tanggap bencana juga menyiapkan posko untuk pendataan dan penanganan warga yang terdampak.

Lokasi posko akan dikoordinasikan dengan camat, lurah, serta pengurus RT dan RW setempat.

Terkait penyebab kebakaran, tim identifikasi forensik akan melakukan pemeriksaan setelah proses pendinginan selesai.

"Saat ini, tim identifikasi forensik sudah standby untuk melakukan penyisiran apabila nanti pendinginan sudah dilakukan," tutur Mirzal.