Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyatakan capaian Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) akan digunakan untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"PMI selalu hadir dan turun langsung setiap kali terjadi bencana atau musibah. Aksi kemanusiaannya tidak hanya menjangkau wilayah Jakarta Selatan, tetapi juga daerah lain, seperti kejadian kebakaran di Kemayoran, kecelakaan kereta api di Bekasi, hingga bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan NTT," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, Senin.

Dia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jakarta Selatan agar berpartisipasi aktif dalam Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Bulan Dana PMI Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim mengatakan media penggalangan dana yang digunakan pada tahun ini, antara lain map list, amplop, proposal, kupon, serta QRIS.

"Media penggalangan tersebut disalurkan melalui instansi pemerintah, BUMN, BUMD, pihak swasta, lembaga pendidikan, tempat hiburan, serta pelaku usaha di wilayah Jakarta Selatan," ujar Firmanuddin.

Dia menyebutkan pengumpulan dana Bulan Dana PMI Jakarta Selatan berlangsung mulai 1 September hingga 30 November 2026, sesuai izin yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, dia menyebutkan Bulan Dana PMI Jakarta Selatan pada 2025 berhasil menghimpun sebesar Rp9.024.842.267 atau mencapai 100,28 persen dari target Rp9 miliar. Perolehan tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang hanya mencapai Rp8.532.195.943.

"Meskipun tidak mudah, dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dari seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, dan instansi pemerintah, kami optimistis target Rp9 miliar pada 2026 ini dapat kembali tercapai dan bahkan terlampaui," ungkap Firmanuddin.