Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kekhawatiran mendalam sempat menyelimuti warga Pangandaran tatkala mendengar kabar sang pemimpin daerah, Hj. Citra Pitriyami, S.H., nyaris menjadi korban insiden jembatan roboh.
Baca juga: Pak Kades Sampai Merem Melek Saat Jembatan Gantung Roboh, Bupati Nyaris Jadi Korban
Momen mencekam yang menimpa wanita kelahiran 12 Juli 1983 tersebut, terjadi pada Minggu (30/8/2026) sore, hingga menyedot perhatian publik dan banyak yang ingin mengenal lebih dekat sosoknya.
Di balik ketangguhannya memimpin daerah, tak banyak yang tahu bahwa Bupati perempuan ini merupakan kakak kandung dari penyanyi ternama Tanah Air, Cakra Khan.
Perjalanan hidupnya yang meniti karier dari dunia swasta, wakil rakyat, hingga menjadi kepala daerah terpilih memupuk kekaguman tersendiri di hati masyarakat.
Rasa syukur dan simpati pun mengalir deras dari warga yang merasa lega karena sang Bupati selamat tanpa cedera dari peristiwa menegangkan tersebut.
Insiden mencekam itu terjadi saat Bupati Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan serta jajaran pejabat daerah, tengah meninjau Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Minggu sekitar pukul 16.00 WIB.
Tiba-tiba, posisi jembatan yang baru saja diresmikan itu melengkung ke bawah dan bergoyang ekstrem hingga membuat warga serta rombongan teriak histeris menahan keseimbangan agar tidak terlempar ke sungai.
Beruntung, Bupati beserta seluruh rombongan berhasil selamat dari musibah yang mengejutkan publik tersebut.
Mengutip Tribunnews.com, lahir di Ciamis dari pasangan Hermana dan Entik Trisuyatmi, sosok Citra Pitriyami memiliki ikatan keluarga yang lekat dengan dunia hiburan nasional sebagai kakak dari penyanyi pelantun lagu "Harus Terpisah", Cakra Khan.
Dari sisi pendidikan, Citra merupakan lulusan SDN Karangbenda (1995), SMPN 1 Parigi (1998), SMAN 1 Parigi (2001), serta meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2006.
Sebelum terjun sepenuhnya ke panggung politik, ia sempat berkarier profesional sebagai manajer di sebuah perusahaan pada periode 2010 hingga 2015.
Karier politiknya bersama PDI Perjuangan berkembang pesat diawali dengan menjadi pengurus DPC PDIP periode 2017–2024 sebagai Wakil Sekretaris Bidang Program.
Kepercayaan warga mengantarkannya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2019–2024.
Walau kembali terpilih pada Pemilu Legislatif 2024, Citra memilih mengundurkan diri demi berlaga dalam kontestasi Pilkada 2024.
Keputusannya terbukti tepat usai ia bersama Wakil Bupati terpilih Ino Darsono memenangkan kepercayaan rakyat dan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) sebagai Bupati Pangandaran periode 2025–2030.
Pengalaman menakutkan di atas Jembatan Gantung Pongpet tak menyurutkan langkah Bupati berusia 43 tahun ini untuk terus turun ke lapangan menyapa masyarakat.
Dukungan moral dari sanak keluarga, termasuk dari sang adik Cakra Khan, serta doa dari seluruh warga Pangandaran kini menjadi penguat bagi Bupati Citra Pitriyami untuk terus melanjutkan pengabdian memimpin pembangunan daerah.
Mengutip e-LHKPN KPK, Citra Pitriyami diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 899.848.734.
Laporan harta kekayaan Citra Pitriyami terakhir kali diterbitkan pada 31 Desember 2023.
Adapun rincian kekayaan Citra Pitriyami yakni sebagai berikut:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 980.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 603 m2/340 m2 di KAB / KOTA PANGANDARAN, WARISAN Rp 980.000.000.
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 450.000.000
1. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA 2.4 V A/T / MINIBUS Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 450.000.000.
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 46.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp 0
E. KAS DAN SETARA KAS Rp 23.848.734
F. HARTA LAINNYA Rp 0
Sub Total Rp 1.499.848.734.
Citra Pitriyami tercatat memiliki hutang sebesar Rp 600.000.000, sehingga total kekayaan yang dimiliki saat ini mencapai Rp 899.848.734.
Dalam rekaman video amatir yang diterima Tribun Jabar, terlihat puluhan warga dan rombongan pejabat sedang melintas di atas jembatan khusus pejalan kaki tersebut.
Tiba-tiba, jembatan berkonstruksi tali baja itu miring dan melengkung ke bawah akibat dudukan seling besi sebelah kanan terlepas dari patok penahannya.
Warga yang menyaksikan detik-detik mencekam itu langsung berteriak histeris.
Bupati Citra Pitriyami dan sejumlah pejabat yang berada di posisi tengah jembatan tampak terkejut dan syok saat pegangan jembatan mendadak turun secara drastis.
Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, membenarkan kejadian yang menimpa rombongan bupati dan warga tersebut.
Namun, ia meluruskan kabar yang menyebutkan jembatan gantung tersebut putus total.
"Konstruksi jembatan tidak putus total. Bagian yang mengalami masalah adalah dudukan seling besi di sisi kanan yang menghubungkan jembatan dengan patok, sehingga jembatan langsung melengkung ke bawah," kata Enceng saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (30/8/2026) malam.
Meski sempat memicu kepanikan luar biasa di lokasi kejadian, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut.
Seluruh warga dan rombongan Bupati Citra Pitriyami berhasil dievakuasi ke area aman di tepi sungai.
Bupati Citra Pitriyami merupakan Bupati Pengandaran periode 2025-2030 yang dilantik pada 20 Februari 2025 bersama wakilnya, Ino Darsono.
Bupati Citra dikenal publik sebagai kakak kandung dari penyanyi Cakra Khan.
Jembatan Merpati Pongpet (Jembatan Pongpet Margajaya) di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tengah menjadi sorotan publik.
Infrastruktur penyeberangan yang juga menjadi ikon wisata pedesaan tersebut mengalami kerusakan parah hingga anjlok pada Minggu (30/8/2026) sore.
Jembatan Pongpet Margajaya anjlok dan nyaris ambruk beberapa saat setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Jembatan gantung sepanjang 60 meter yang melintasi Sungai Cijulang dengan ketinggian 30–40 meter ini memiliki peran yang sangat strategis.
Keberadaannya menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yaitu Desa Margacinta, Desa Cibanten (Kecamatan Cijulang), dan Desa Cimindi (Kecamatan Cigugur).
Selain sebagai akses harian warga, jembatan ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata Kampung Budaya Seni Badud.
Bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan Desa Wisata Margacinta, lokasi ini berjarak sekitar 27,4 kilometer dari Alun-Alun Pariwisata Pangandaran dengan waktu tempuh berkendara sekitar 46 menit.
Rute Utama: Dari Alun-Alun Pangandaran, ambil arah barat melintasi Jalan Merdeka lalu lurus mengikuti jalan provinsi (Jl. Raya Cijulang) melewati Pantai Batu Hiu dan Green Canyon. Setelah tiba di Kecamatan Cijulang, belok ke arah utara menuju Desa Margacinta.
Aksesibilitas: Akses jalan utama sudah beraspal mulus dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, saat memasuki Dusun Margajaya menuju titik jembatan, kontur jalan cenderung menanjak dan menyusuri tepian ngarai sungai.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Penyebab utama ambruknya jembatan diduga kuat akibat beban berlebih (overload).
Saat prosesi peresmian berlangsung, lebih dari 50 orang menaiki jembatan secara bersamaan, termasuk rombongan Bupati Pangandaran dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Beban berat tersebut membuat struktur angkur penahan dan dudukan seling besi di sisi kanan jembatan tidak mampu menahan beban hingga patah.
Akibatnya, badan jembatan mendadak melengkung dan anjlok ke bawah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut.
Namun, beberapa orang dalam rombongan, termasuk Kepala Dinas PU, dilaporkan mengalami luka lecet di bagian tangan serta syok berat.
Saat ini lokasi jembatan telah ditutup total demi keamanan warga. Dinas PU Pangandaran tengah melakukan investigasi mendalam terkait pemenuhan spesifikasi material dan kelayakan konstruksi jembatan tersebut.