Sembahyang Rebut Jadi Momentum Berbagi, PT Timah dan Yayasan Kelapa Kampit Salurkan Beras
Asmadi Pandapotan Siregar August 31, 2026 09:40 PM

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Rangkaian Sembahyang Rebut di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial.

Selain menjalankan rangkaian kegiatan keagamaan di Kelenteng Pering dan Kelenteng Hok Tek Che pada 26-28 Agustus 2026, masyarakat juga menggelar pembagian bantuan pangan kepada warga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, PT Timah (Persero) Tbk menyerahkan bantuan satu ton beras kepada Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit. Bantuan kemudian disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Kelapa Kampit.

Pengurus Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit, Rina Chandra, mengatakan kegiatan sosial merupakan bagian dari rangkaian Sembahyang Rebut yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Bantuan yang terkumpul dari berbagai pihak selanjutnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Dalam rangkaian Sembahyang Rebut ini, kami juga melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan bantuan beras kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Rina.

Ia menjelaskan, bantuan satu ton beras dari PT Timah menjadi bagian dari bantuan yang dihimpun bersama sejumlah pihak lainnya. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Kelapa Kampit.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kalangan, terutama masyarakat yang membutuhkan, seperti lansia, nelayan, janda, dan warga kurang mampu.

“Bantuan dari PT Timah dan donatur lainnya kami salurkan kepada masyarakat di Kecamatan Kelapa Kampit, terutama lansia, nelayan, janda dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Rina, kegiatan berbagi tersebut telah menjadi tradisi sosial yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Sejak 2015, Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit terus melaksanakan pembagian bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Ia mengatakan kegiatan tersebut semakin memiliki arti penting karena sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari tahun ke tahun kami melaksanakan kegiatan sosial ini. Sekarang kondisi ekonomi cukup sulit, sehingga masyarakat yang mendapatkan bantuan tentu merasa terbantu,” katanya.

Selain menjadi bagian dari tradisi keagamaan, Sembahyang Rebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berbagi dan mengungkapkan rasa syukur. Karena itu, kegiatan sosial sengaja dihadirkan dalam rangkaian acara agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Rangkaian Sembahyang Rebut ini merupakan kegiatan ucapan syukur. Di dalamnya juga ada momentum untuk berbagi bersama masyarakat,” jelasnya.

Rina menyebut dukungan dari PT Timah juga telah diterima dalam kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Menurutnya, bantuan yang diberikan perusahaan sangat membantu kelancaran kegiatan sosial yang setiap tahun digelar oleh yayasan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT Timah. Bantuan yang diberikan sudah kami salurkan seluruhnya kepada masyarakat. Tahun lalu PT Timah juga ikut membantu, sehingga kami sangat berterima kasih atas sinergi yang sudah terjalin,” tutupnya. (*/E88)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.