Viral Video Wagub Kalbar Tantang GRIB Jaya & Tak Akan Toleransi Anak Buah Hercules, Ini Faktanya
Muhammad TaufiqRahman August 31, 2026 10:42 PM

Video Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang menantang keberadaan GRIB Jaya kembali viral di media sosial.

Pernyataan Krisantus soal GRIB Jaya menjadi sorotan di tengah isu dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam kericuhan usai aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Dalam video yang beredar, Krisantus bahkan menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi GRIB Jaya untuk beraktivitas di Kalimantan Barat.

"Saya akan gunakan kekuatan rakyat. Saya ini ingin Kalbar aman, harmonis, dan toleran. Saya tidak menolerir ormas yang berpotensi buat kekacauan di Kalbar," ujar Krisantus.

Namun, video tersebut ternyata bukan pernyataan terbaru.

Video itu merupakan pernyataan Krisantus yang disampaikan pada 11 Mei 2025, saat polemik rencana masuknya GRIB Jaya ke Kalimantan Barat tengah mencuat.

Saat itu, Krisantus memang telah menyatakan sikap tegas menolak keberadaan GRIB Jaya jika dinilai berpotensi memicu konflik.

"Saya tidak menerima audiensi. Saya tidak ada toleransi terhadap ormas yang punya potensi memicu konflik. Kalbar ini sudah cukup ormas, jadi sebaiknya jangan berada di Kalbar," katanya.

Krisantus bahkan menyatakan akan memimpin sendiri upaya menghalau pihak-pihak yang dinilai mengganggu ketenangan masyarakat Kalimantan Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika proses pengajuan surat keberadaan organisasi atau SKO GRIB Jaya di Kalimantan Barat masih berstatus quo.

Kepala Kesbangpol Kalbar saat itu menyebut SKO GRIB Jaya belum diterbitkan karena adanya penolakan dari sejumlah ormas serta arahan lisan dari Wakil Gubernur Kalbar.

Kementerian Dalam Negeri juga disebut telah mengarahkan GRIB Jaya untuk melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur serta membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat yang menolak.

Kini, video lama tersebut kembali beredar di tengah sorotan terhadap GRIB Jaya pasca kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Meski nama GRIB Jaya ikut muncul dalam berbagai narasi di media sosial, dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam kericuhan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

GRIB Jaya sendiri telah membantah keterlibatan secara kelembagaan dalam kericuhan tersebut.

Kuasa hukum DPP GRIB Jaya Wilson Colling menegaskan, GRIB Jaya hanya menindak massa untuk menjaga wilayahnya agar tetap aman dan mencegah hal-hal buruk yang tak diinginkan.

Wilson memastikan, pihaknya mendukung massa yang melakukan aksi demo dengan tertib dan sesuai dengan peraturan.

Di sisi lain, Wilson menegaskan bahwa pihaknya tidak diinisiasi polisi untuk membubarkan massa saat kerusuhan.

Ia menilai setiap warga memiliki hak untuk menjaga wilayahnya agar aman, yang mana hal itu merupakan bagian dari keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Wilson juga menegaskan bahwa GRIB Jaya tidak terlibat dalam peristiwa yang terjadi di wilayah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Termasuk mengenai kematian seorang tukang kaca bernama Bambang Setiawan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.