TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah tuduhan adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Gus Ipul memastikan seluruh tahapan pemilihan yang menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU berlangsung tanpa campur tangan maupun tekanan dari pihak luar.
“Tidak ada intervensi, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan dalam proses muktamar ini,” ujar Gus Ipul saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam isu yang menyebut adanya keterlibatan pihak Istana Negara dalam mengarahkan paket calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Menurut Gus Ipul, kabar yang beredar di media sosial mengenai dinamika pemilihan sering kali berbeda dengan fakta yang terjadi di lokasi muktamar. Ia mencontohkan bahwa kekhawatiran yang sempat muncul sebelum acara tidak terbukti saat pelaksanaan.
“Banyak isu di luar sana. Banyak sekali, dulu tahu sendiri kan isunya kayak apa ini. Tapi, ternyata lihat, semua berjalan lancar,” kata Gus Ipul.
Ia pun meminta publik tidak menelan mentah-mentah perbincangan di platform digital.
Proses penentuan Ketua Umum PBNU resmi tuntas pada Senin (31/8/2026) pagi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Pemilihan dilakukan melalui forum musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yakni badan khusus yang terdiri dari para ulama senior untuk menentukan pimpinan tertinggi NU.
Perwakilan AHWA KH Anwar Iskandar membacakan langsung penetapan hasil musyawarah tersebut.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon, maka AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031,” ujar Kiai Anwar.
Baca juga: Muzani Bantah Gus Kikin dan Miftachul Akhyar Jadi Paket Titipan Prabowo di Muktamar NU
Dengan hasil ini, susunan kepemimpinan PBNU 2026–2031 resmi terbentuk. KH Miftachul Akhyar menduduki posisi Rais Aam—jabatan tertinggi dalam struktur keulamaan NU—yang telah ditetapkan lebih awal, didampingi Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.
Gus Ipul bersyukur seluruh agenda Muktamar ke-35 NU dapat diselesaikan sesuai rencana. Ia berharap kepengurusan baru ini segera bekerja melayani umat dan bangsa.
“Mudah-mudahan dengan hasil yang sudah kita dapatkan bisa kita tindak lanjuti, untuk kemudian NU bisa berkontribusi lebih besar bagi kepentingan agama, bangsa, dan negara,” tutup Gus Ipul.