TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Proses pencarian terhadap warga negara Polandia Marcin Dawid (44) kembali dilanjutkan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Jembrana, Bali, Selasa 1 September 2026.
Tim kembali melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Tembles, perairan Delod Berawah serta wilayah sekitar lokasi yang diperkirakan berkaitan dengan keberadaan korban. Sebab, hari pertama kemarin hasil pencarian masih nihil.
Pencarian hari pertama yang melibatkan personel Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Ditpolairud Polda Bali dan Satpolairud Polres Jembrana, TNI AL hingga Batalyon C Pelopor Gilimanuk kemarin dilakukan hingga pukul 16.45 WITA.
Gelombang tinggi yang terjadi siang hari menjadi salah satu kendala saat pencarian.
Baca juga: WNA Polandia Hilang Saat Mandi di Pantai Tembles Jembrana, Diduga Terseret Arus lalu Tenggelam
"Hari ini kami tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian hari kedua. Kami mohon doa agar korban bisa segera ditemukan," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa 1 September 2026.
Pria yang akrab disapa Dewa Hendri tersebut melanjutkan, pencarian hari ini dilakukan dari lokasi diduga TKP di Pantai Tembles menuju arah timur.
Selain penyisiran, petugas pihaknya juga berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk memperoleh informasi yang dapat membantu proses pencarian.
Termasuk berkoordinasi dengan nelayan di Jembrana agar segera menginformasikan ke petugas jika mengetahui atau menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.
"Proses pencarian kami upayakan maksimal. Baik itu penyisiran di perairan, di darat dan juga gunakan drone sebagai pembatasan udara," sebutnya.
Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengatakan, pencarian akan terus dioptimalkan bersama seluruh unsur SAR dengan tetap memperhatikan keselamatan personel selama berada di lapangan.
"Kami juga mengajak masyarakat di sekitar Pantai Tembles untuk segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila mengetahui atau menemukan sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan korban,” ujar AKP Suparta.
Mantan Kasat Samapta Polres Jembrana ini kembali mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang melakukan aktivitas di kawasan perairan agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, gelombang dan arus laut.
"Yang penting juga agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, seperti gelombang tinggi belakangan ini," imbaunya.
Untuk diketahui, Tim SAR Gabungan Jembrana melaksanakan pencarian terhadap laporan seorang Warga Negara asal Polandia, Marcin Dawid (44) yang diduga terseret arus saat mandi di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin 31 Agustus 2026.
Bule tersebut diketahui memang sering mandi di kawasan tersebut, namun saat kejadian ia diduga terseret arus lalu tenggelam.
Saat ini, proses pencarian masih belum membuahkan hasil.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 18.00 WITA, Minggu 30 Agustus 2026.
Saat itu, korban datang ke sebuah tempat yoga di kawasan Pantai Tembles bersama temannya asal Jepang.
Kemudian Marcin mandi di pantai tersebut dengan meninggalkan tas dan pakaiannya di daerah. Sementara teman yang diajaknya berada di tempat yoga.
Tak disangka, saat ia mandi atau sekitar pukul 19.00 WITA, korban diduga terseret arus dan tenggelam.
Teman yang melihatnya pun panik dan menginformasikan hal tersebut ke pemilik tempat yoga.
Teman korban serta pemilik tempat yoga pun melakukan pencarian dengan menyisir sekitar kawasan pantai.
Sayangnya selama dua jam pencarian, korban tak ditemukan hingga akhirnya melapor ke Polres Jembrana.
Polres Jembrana kemudian berkoordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana untuk proses pencarian lebih lanjut.
Kemudian Tim SAR Gabungan Jembrana melakukan pencarian hari pertama, Senin 31 Agustus 2026.