Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Di tengah masa tanggap darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia (BROSQI) menggelar aksi solidaritas bertajuk “Humanity Tour”.
Perjalanan yang berlangsung pada 22–31 Agustus 2026 ini diikuti 49 sepeda motor, menyusuri daratan Flores dari Labuan Bajo hingga Larantuka dan kembali ke Labuan Bajo.
Tidak hanya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa, perjalanan ini juga membawa misi sosial dengan mengunjungi panti asuhan, sekolah, rumah ibadah, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah sepanjang perjalanan Flores.
Touring yang Membawa Misi Kemanusiaan
Bagi Brotherhood Squad Indonesia (BROSQI), perjalanan kali ini bukan sekadar touring menikmati keindahan alam Flores. Setiap kilometer perjalanan membawa amanah bantuan dari para anggota, donatur, dan berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami datang bukan hanya untuk riding dan menikmati Flores. Kami ingin perjalanan ini juga membawa manfaat. Di sepanjang jalur, kami berusaha hadir langsung untuk saudara-saudara yang terdampak gempa, anak-anak di panti asuhan dan sekolah, serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ketum Leo Sunario, kepada Pos-Kupang, Senin (31/8/2026) malam melalui pesan singkat.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, pakaian layak pakai, tas dan perlengkapan sekolah, ATK, kebutuhan anak-anak, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan, hingga bantuan dana tunai sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
Menembus Jalur Flores di Tengah Gempa Susulan
Perjalanan 49 motor BROSQI melintasi Flores menghadapi tantangan yang berbeda dari touring pada umumnya. Selain kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak dan jalur pegunungan yang cukup ekstrem, aktivitas gempa susulan membuat seluruh rombongan harus meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Namun kondisi tersebut tidak menghentikan misi Humanity Tour BROSQI T19 NTT Flores.
Rombongan tetap bergerak menyusuri Flores dan mendatangi berbagai titik untuk menyerahkan bantuan secara langsung. Bahkan di sepanjang perjalanan, ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan, rombongan berhenti dan membagikan bantuan yang dibawa menggunakan sepeda motor.
Misi kemanusiaan BROSQI tidak berhenti pada penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Rombongan juga mengunjungi sejumlah sekolah dan panti asuhan, termasuk panti yang merawat anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
Di setiap lokasi, anggota BROSQI berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat. Bantuan diberikan bukan hanya dalam bentuk barang maupun dana, tetapi juga melalui kebersamaan, perhatian, serta dukungan moral.
Senyum dan antusiasme anak-anak yang menyambut rombongan menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan tersebut.
Bagi Brotherhood Squad Indonesia (BROSQI), touring bukan hanya tentang motor, kilometer, tikungan, dan destinasi.
Perjalanan adalah kesempatan untuk membangun persaudaraan sekaligus berbagi kepada sesama.
Melalui 49 motor yang bergerak melintasi Flores, BROSQI membawa satu pesan sederhana: komunitas otomotif juga dapat menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. (cha)