SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Momen menegangkan rekaman video amatir memperlihatkan detik-detik tabrakan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di bentang tengah Jembatan Suramadu arah Surabaya menuju Madura, Minggu (30/8/2026) petang.
Bus rombongan peziarah yang melaju mendadak menghantam mobil dinas Maung milik TNI hingga mengalami kerusakan parah di bagian belakang.
Insiden tersebut mendadak viral lantaran terekam kamera penumpang bus yang memperlihatkan reaksi prajurit TNI syok hingga mengusap wajah.
Lima kendaraan yang terlibat insiden tersebut meliputi satu unit bus rombongan peziarah, Toyota Innova, Suzuki APV, Daihatsu Ayla, serta satu unit kendaraan dinas Maung milik TNI dari salah satu Batalyon di Pulau Madura.
Detik-detik mencekam benturan beruntun tersebut sempat terekam kamera ponsel penumpang dan beredar luas di sejumlah grup percakapan WhatsApp.
Dalam rekaman video yang diambil dari dalam bus, terdengar lantunan Shalawat Al Barzanji Maulid Nabi yang dilantunkan para penumpang.
Baca juga: Kepanikan Pegawai Taman Nasional Meru Betiri Jember Tiba-tiba Kantor Terbakar, Separuh Gedung Rusak
Perekam video awalnya memperlihatkan suasana perjalanan di sela kursi penumpang hingga melangkah mendekati area dashboard sembari merekam panorama senja di atas Selat Madura.
Namun dari dekat kemudi, kamera mengabadikan laju kendaraan dinas Maung TNI yang persis berada di depan bus, disusul tiga kendaraan minibus lain di lajur kanan bentang tengah jembatan.
Tak berselang lama, moncong bus menghantam keras bagian belakang mobil Maung TNI.
Benturan tersebut membuat rekaman kamera sempat kehilangan fokus selama beberapa detik diiringi teriakan takbir dari para penumpang wanita.
Baca juga: 20 Warga Disabilitas Tulungagung Gagal Dapat Bansos Akibat Desil Naik, Dinsos Belum Temukan Solusi
Saat kamera kembali fokus ke arah depan, tampak seorang prajurit berseragam TNI turun dari pintu kemudi mobil Maung, disusul beberapa pria dari dalam bus.
Prajurit TNI tersebut terlihat beberapa kali mengelus wajah dan kepalanya lantaran syok menyaksikan bagian belakang kendaraan operasional komandannya ringsek parah.
Sementara itu, armada bus mengalami retak cukup hebat pada bagian kaca depan.
"Saat ini saya sedang berada di bentang tengah Jembatan Suramadu menangani tabrakan beruntun antara bus, kendaraan kecil tiga kendaraan," ungkap personel Unit PJR Jatim VIII Suramadu, Aiptu Gede Sukadan, dalam laporan resminya via video di lokasi kejadian.
Kecelakaan beruntun tersebut terjadi di jalur kanan akibat adanya penyempitan lajur di titik perbaikan Modular Expansion Joint atau sambungan siar muai bentang tengah Jembatan Suramadu.
Proyek pemeliharaan infrastruktur ini digarap oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, yang dijadwalkan berlangsung sejak 27 Agustus hingga akhir Oktober 2026.
Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari, mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintasi Jembatan Suramadu agar lebih waspada dan mematuhi rambu petunjuk lalu lintas.
"Jika jalur motor, silahkan gunakan jalur yang sudah ada. Kami juga mengimbau kurangi kecepatan karena di atas bentang Jembatan Suramadu sudah ada rambu peringatan" ungkap Jauhari, Senin (31/8/2026) malam.
"Kami minta tolong mengurangi kecepatan agar tidak terjadi kecelakaan, karena ada penyempitan lajur," imbuhnya.
Jauhari menambahkan, sosialisasi dan petunjuk pengerjaan di lokasi proyek sejatinya telah dipasang secara bertahap oleh petugas di lapangan.
"Kami kurang paham sampai kapan selesainya, cuma informasinya hingga Oktober, namun perbaikan dilakukan pada titik KM 2.9" terangnya.
"Rambu sekitar 1 KM sebelum titik perbaikan sudah ada, kami juga tempatkan cone ataupun lampu light pada 150 meter untuk penyempitan jalur," pungkas Jauhari.
Kesaksian terkait peristiwa ini turut disampaikan oleh Baihaki, salah seorang pengemudi mobil tujuan Kabupaten Pamekasan yang melaju persis di belakang rangkaian kendaraan naas tersebut.
Baihaki mengaku sempat mendengar suara benturan keras di tengah laju kendaraan berkecepatan sedang.
"Saya kebetulan dari arah Surabaya menuju Pamekasan, persis berada di tiga mobil belakang bus. Sepertinya bus memang tidak sempat menginjak pedal rem, mungkin tidak tahu kalau di situ ada perbaikan jembatan," tutur Baihaki.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 1 September 2026: Udara Kabur, Suhu Terdingin 14 °C
Usai benturan terjadi, Baihaki berupaya mengarahkan kendaraannya keluar dari lajur kanan secara perlahan untuk melanjutkan perjalanan.
Dari dalam mobilnya, Baihaki sempat menyaksikan deretan kendaraan yang terlibat kerusakan akibat tabrakan beruntun.
"Saya menyalip pelan dan melihat di depan bus ada (pria) pakai baju loreng. Saya tidak turun karena saya tidak kuat melihat peristiwa kecelakaan, tidak ada korban dalam kecelakaan itu," pungkas Baihaki.