Damkarmat Lombok Timur Krisis Armada: Dua Unit Rusak Berat, Tambahan Mobil Baru Mendesak
Laelatunniam September 01, 2026 03:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kondisi operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur masih terhambat oleh keterbatasan alat utama.

Dari total tujuh kendaraan pemadam yang terdata, hanya lima unit yang saat ini dalam kondisi siap pakai untuk melayani masyarakat.

Kepala Damkarmat Lombok Timur, Widayat, mengungkapkan kekhawatiran serius terkait situasi ini. Sebagian besar mobil pemadam yang dioperasikan saat ini telah memasuki usia uzur. Bahkan, dua unit tertua merupakan hasil pengadaan pada rentang tahun 2004 dan 2005.

"Paling tua itu pengadaan tahun 2004. Sementara yang terbaru sekitar tahun 2016 atau 2017," katanya pada Selasa (1/9/2026).

Dua unit yang saat ini terpaksa diparkir dalam kondisi rusak berat tengah diupayakan perbaikannya. Namun, Widayat mengakui bahwa proses pencarian suku cadang menjadi ganjalan utama. Pasalnya, kendaraan produksi lama tersebut membuat komponen pengganti sulit dijumpai di pasaran.

"Yang rusak ada dua. Sampai sekarang belum dapat alatnya karena produksinya tahun 2004 dan 2005," terangnya.

Widayat menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar membutuhkan program peremajaan, melainkan sudah memasuki tahap darurat penambahan armada baru.

Menurutnya, tambahan unit sangat vital untuk memperluas jangkauan operasional, mengingat luasnya wilayah Lombok Timur yang menyimpan sejumlah titik rawan bencana kebakaran.

"Kita telah mengajukan usulan dan kami sampaikan saat koordinasi di Jakarta, mencakup permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Kehutanan," tuturnya.

Khusus untuk sektor kehutanan, Widayat mengincar tambahan dua unit yang akan dikhususkan untuk penanganan kebakaran lahan, terutama di kawasan Gunung Rinjani.

Selain mengandalkan pemerintah pusat, pihaknya juga membidik tambahan dua unit lagi melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ataupun program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

"Kalau bisa, tahun depan kita dapat dua unit. Bisa dianggarkan dari pemerintah daerah atau melalui CSR. Yang penting kebutuhan kita memang tambahan armada baru," jelasnya.

Saat ini, Damkarmat Lombok Timur mengoperasikan lima pos unit pelayanan yang tersebar di Sembalun, Sambelia, Pringgabaya, Terara, serta Keruak.

Jika tambahan armada terwujud, Widayat optimistis pihaknya bisa membuka hingga empat pos pelayanan baru untuk mendekatkan akses darurat ke masyarakat.

Kebutuhan mendesak akan unit baru ini kian krusial mengingat puncak musim kemarau pada Juli hingga Oktober selalu memicu peningkatan frekuensi kebakaran. Pada periode tersebut, risiko bencana membesar seiring dengan kondisi cuaca yang lebih kering.

Tugas Damkarmat tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga mencakup operasi penyelamatan (rescue). Personel kerap diterjunkan untuk menangani berbagai laporan darurat, mulai dari evakuasi ular dan biawak yang masuk ke permukiman, hingga membantu proses pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.

"Yang paling utama saat ini kita membutuhkan armada pemadam dan mobil tangki untuk pelayanan masyarakat," ucap Widayat.

Dari sisi kualitas sumber daya manusia, Widayat menyebut bahwa sekitar 65 persen personel Damkarmat Lombok Timur saat ini telah mengantongi sertifikasi profesi pemadam. Peningkatan kapasitas petugas pun terus digalakkan seiring bertambahnya jenis pelayanan publik yang harus ditangani.

Ia berharap realisasi penambahan armada dapat terealisasi dalam waktu dekat agar pelayanan darurat kepada warga tidak terganggu, terutama saat terjadi beberapa kejadian bencana secara bersamaan dalam waktu yang sama.

"Kita sangat membutuhkan tambahan armada. Bukan hanya penyegaran, tetapi memang armada baru untuk melayani masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Lombok Timur Siaga Kebakaran, Waspada Daerah Padat Penduduk

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.