Julian Alvarez dikabarkan telah menerima ultimatum terakhir dari Atletico Madrid, yang memberinya batas waktu untuk memutuskan apakah akan merampungkan kepindahan ke Arsenal atau tetap bertahan di Metropolitano. Penyerang asal Argentina itu masih menimbang berbagai pilihannya di tengah periode ketidakpastian yang besar, setelah sebelumnya diberi tahu bahwa kemungkinan transfer ke Barcelona tidak tersedia.
Atletico keluarkan ultimatum terakhir
Jajaran petinggi Atletico Madrid disebut mulai lelah dengan spekulasi berkepanjangan yang mengitari penyerang bintang mereka dan, menurut Sky Sports, telah menetapkan hari Minggu sebagai tenggat agar sang pemain menentukan masa depannya. Meski minat dari luar negeri sangat besar, klub dengan tegas menutup kemungkinan transfer domestik, dengan menyatakan dalam respons keras bahwa ada 'nol persen peluang' untuk menjualnya ke Barca. Menyebut diri mereka sebagai 'satu-satunya korban' yang dirugikan secara finansial maupun sosial oleh kampanye kebohongan, Atletico menegaskan bahwa persoalan ini kini bukan lagi soal uang, melainkan soal martabat.
CEO Miguel Angel Gil Marin juga angkat bicara mengenai dampak situasi ini terhadap sang penyerang, yang sudah tidak berlatih selama beberapa hari. Gil Marin menjelaskan: '[Julian] benar-benar sedang kesulitan. Ada orang-orang yang menyesatkannya, yang membuatnya bingung, dan sejujurnya saya sangat menyesalkannya. Saya mengenalnya, saya sudah bekerja dengannya selama beberapa waktu, dan dia adalah pribadi yang hebat, profesional yang hebat, dan pesepakbola yang luar biasa. Dia benar-benar bingung dan, saat ini, sedang melalui situasi yang sangat sulit, baik secara pribadi maupun profesional.'
Barcelona masih memburu
Terlepas dari penolakan tegas dari ibu kota, presiden Barcelona Joan Laporta secara terbuka mengonfirmasi bahwa raksasa Catalunya itu masih sangat serius dalam perburuan sang penyerang. Hansi Flick memandang pemain Argentina tersebut sebagai pengganti ideal untuk Robert Lewandowski dan Ferran Torres yang telah pergi.
Laporta menanggapi gesekan yang muncul secara langsung dengan mengatakan: 'Sebelum apa pun, kami memiliki rasa hormat setinggi-tingginya kepada Atletico de Madrid dan juga penghargaan pribadi kepada para eksekutif mereka, karena kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Seluruh situasi ini telah menimbulkan banyak kegaduhan. Ini bukan dipicu oleh tindakan yang dilakukan Barca. Ini dipicu oleh fakta bahwa Atletico memberi tahu kami bahwa mereka tidak menjual (Alvarez).'
Ia kembali menegaskan minat Barcelona dengan menambahkan: 'Jika Atletico de Madrid ingin menjual pemain itu, kami sangat tertarik untuk membeli Julian Alvarez. Kami ingin tawaran kami diterima. Kami mengatakan ini dengan penuh hormat kepada Atletico, tetapi kami ingin mereka tahu bahwa jika mereka terbuka untuk menjualnya sebelum penutupan bursa transfer musim panas, kami bersedia membelinya.'
Arteta meredam isu ketertarikan Arsenal
Di seberang Selat Inggris, manajer Arsenal Mikel Arteta harus menjawab pertanyaan terkait kemungkinan transfer pemain berusia 26 tahun itu. Meski The Gunners dikabarkan memantau situasinya, mereka belum mengajukan pendekatan resmi, karena sang pemain belum menunjukkan keinginan yang jelas untuk kembali ke Liga Primer, setelah juga baru-baru ini menolak gagasan kembali ke Manchester City. Sementara itu, ketidakpastian mengenai masa depannya sudah mulai berdampak di lapangan, dengan pelatih Atletico Diego Simeone mengonfirmasi bahwa Alvarez akan absen dalam laga akhir pekan ini melawan Sevilla setelah gagal berlatih bersama skuad selama tiga hari terakhir.
Pelatih The Gunners itu menegaskan kebijakan keterbukaan kepada para pemainnya dengan berkata: 'Sangat sederhana. Apa pun yang kalian baca, jika kalian punya pertanyaan, datang dan ketuk pintu saya, dan saya akan memberi tahu apakah itu benar atau tidak. Karena seorang pemain di posisi mana pun, jika mereka membacanya, kami bisa menempelkan katalog di dinding tentang semua pemain yang kami inginkan dalam tiga bulan terakhir, dan kami akan membutuhkan seluruh gedung. Mereka tahu bahwa ada begitu banyak spekulasi. Jadi jika mereka pernah merasakan keraguan tentang apa yang kami pikirkan tentang mereka, dan apakah kami akan merekrut seorang pemain, saya langsung memberi tahu mereka.'
Fase akhir bursa transfer
Seiring tenggat bursa transfer semakin dekat, situasinya tetap berubah-ubah. Arsenal tampak memilih menunggu sinyal dari kubu pemain sebelum masuk ke negosiasi formal, sementara Barcelona berharap keinginan sang pemain untuk pindah ke Catalunya pada akhirnya akan memaksa Atletico melunak. Arteta menambahkan: 'Dan jika kami akan merekrut seseorang di posisi mereka, biasanya saya memberi tahu mereka. Saya berkata: "Inilah rencananya dan alasannya. Kami masih percaya kepada Anda, tetapi persaingan akan meningkat". Saya lebih memilih melakukannya dengan cara itu.'