Warga Jakarta Gelar Salat Mohon Hujan Rutin Selama Bencana Kemarau, Ini Lokasinya
Desy Selviany September 01, 2026 04:50 PM

TRIBUNBEKASI-Warga Jakarta menggelar salat Istisqa atau salat mohon hujan secara rutin selama Indonesia masih ditimpa bencana kekeringan. 

Salat Istisqa digelar di Masjid Al Azhar yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. 

Salat mohon hujan perdana tahun ini digelar Selasa (1/9/2026) di Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Salat digelar sekira pukul 07.00 WIB dan diikuti kurang lebih 3.000 orang mulai dari keluarga besar Al Azhar serta jemaah di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar.

Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara menjelaskan rencananya kegiatan serupa akan dilanjutkan secara berestafet di sejumlah Masjid Al Azhar lainnya.

“Kami sudah instruksikan ke teman-teman di masjid. Ada di Sentra Primer, Cakung, kemudian di Cikarang, kemudian di Bintaro,” kata Tatang.

Ia berharap pelaksanaan salat Istisqa dapat menjadi ikhtiar bersama dan mendorong masyarakat di berbagai wilayah untuk melakukan hal serupa.

“Pak JK juga menghimbau masyarakat untuk melakukan salat Istisqa ini di mana mereka berada sebagai ikhtiar kita,” ujarnya.

Selain menggelar salat Istisqa, Al Azhar juga melakukan penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk korban gempa dan musibah lainnya.

Tatang mengatakan penggalangan donasi telah dilakukan sejak sekitar sebulan sebelumnya dengan melibatkan unit-unit pendidikan Al Azhar di berbagai daerah. 

Dari sekitar 270 unit sekolah Al Azhar di Indonesia, para siswa dan warga sekolah turut diedukasi untuk ikut menggalang donasi.

Pada pelaksanaan salat Istisqa, Relawan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar kembali mengumpulkan donasi. 

Tatang menyebut dana yang terkumpul pada kegiatan pagi tadi berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Bantuan Al-Azhar untuk wilayah terdampak bencana antara lain berupa makanan siap saji, selimut, pakaian, serta dukungan penyediaan rumah singgah dan sumur air bersih.

“Termasuk juga kita menyiapkan ambulans untuk kegiatan pengangkutan yang sakit ataupun yang musibah yang lainnya,” kata Tatang. 

Diketahui Indonesia dilanda bencana kekeringan di berbagai wilayah hingga membuat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Misalnya di Kabupaten Bekasi 37.972 jiwa terdampak kekeringan.

Berdasarkan data BPBD per 29 Juli 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 12.407 kepala keluarga atau 37.972 jiwa mengalami krisis air bersih.

Kekeringan juga berdampak terhadap 3.002 hektare lahan pertanian yang tersebar di 15 kecamatan dan 52 desa.

Baca juga: Ribuan Warga Jakarta Salat Mohon Hujan, Begini Tata Cara dan Doanya

BPBD mencatat 102 titik kejadian kekurangan air bersih di 23 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan distribusi air telah berlangsung sejak 9 Juni 2026.

"Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan yang menerima distribusi air bersih. Semua warga terdampak kami layani secara bergilir karena keterbatasan armada dan personel," ujarnya.

Sembilan kecamatan tersebut meliputi Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

BPBD juga mendata kendaraan tangki milik perangkat daerah dan perusahaan swasta untuk menambah armada distribusi air bersih.

Kebutuhan air bersih masyarakat difasilitasi Perumda Tirta Bhagasasi melalui akses pengambilan air gratis di cabang terdekat.

Distribusi 3.067.300 liter air tersebut merupakan hasil dukungan BPBD bersama Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, BBWS Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, dan dunia usaha.

Dukungan juga berasal dari PT Hyundai, PT EJIP, Yayasan BMI, Yayasan SCK, DPC GAMKI, serta CSR Jababeka.

Untuk jangka panjang, BPBD mendorong pembangunan bendungan dan sarana tampungan air di wilayah hulu bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan BBWS Ciliwung-Cisadane.

"Kami berharap pembangunan bendungan di wilayah hulu segera selesai sehingga air hujan dapat ditampung saat musim penghujan dan dimanfaatkan ketika musim kemarau," katanya.

Status kebencanaan Kabupaten Bekasi saat ini masih berada pada level siaga darurat dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan.

Dodi mengimbau masyarakat menghemat air dan melaporkan kekurangan air melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan.

"Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan dan merata," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.