Detik-detik Pria Ngaku Wartawan Ngamuk dan Rampas HP Guru di Sukabumi gegara Tak Diberi Rp100 Ribu
Laksmi Anindita September 01, 2026 06:44 PM

TRIBUNWOW.COM – Aksi dugaan pemerasan dan intimidasi yang dilakukan seorang pria berinisial A, yang mengaku wartawan dari salah satu media massa lokal, membuat pihak SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, resah. 

Insiden tersebut berujung pelaporan ke kepolisian setelah pria tersebut mengamuk di lingkungan sekolah hingga merampas telepon seluler (handphone) milik seorang guru yang merekam aksinya.

Aksi A sempat direkam oleh salah seorang guru. Dalam rekaman yang beredar, pria ber-ID card tersebut tampak emosi, menunjuk-nunjuk, membentak, serta melontarkan kata-kata bernada keras kepada tenaga pendidik di area koridor dan kantor sekolah.

Kepala SDN Sukaraja 2, Siti Julaeha mengatakan kejadian bermula saat A datang meminta uang langganan media bulanan sebesar Rp100 ribu untuk jatah September. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.

"Dia meminta yang untuk bulan September. Karena kami tidak memberi, akhirnya dia marah sampai menunjuk-nunjuk saya," ujar Siti, Senin (31/8/2026) di Polsek Sukaraja.

Menurut Siti, pria tersebut terus mendesak dengan alasan membutuhkan uang untuk biaya pengobatan anaknya.

Baca juga: Digugat Cerai Raisya Bawazier, Muhammad Zidan Bantah Cuma Beri Nafkah Rp10 Juta

Baca juga: Kondisi Bupati Pangandaran seusai Nyaris Jatuh dari Jembatan 20 Meter, Wajah Langsung Pucat

Situasi memanas ketika A membentak pihak sekolah di hadapan siswa dan orang tua murid. Siti menambahkan, oknum tersebut juga beberapa kali meminta uang di luar tarif rutin untuk alasan personal, seperti acara haul hingga membeli perhiasan.

"Namun saya tidak pernah memberi karena pengeluaran anggaran sekolah harus sesuai aturan," tegas Siti.

Sementara itu, guru PNS SDN Sukaraja 2, Hendriani menceritakan bahwa dirinya berusaha merekam aksi tersebut dari dalam kantor sekolah karena situasi kian tidak kondusif.

"Saya memvideokan karena dia sudah mengamuk, makanya terekam. Namun HP saya dirampas oleh dia," ujar Hendriani.

Hendriani menyebut pria tersebut sempat hendak memukul dirinya sebelum dihalangi staf sekolah. Peristiwa yang terjadi saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung ini membuat pihak sekolah merasa terintimidasi.

Atas petunjuk dan arahan dari kepolisian serta dinas terkait, pihak SDN Sukaraja 2 resmi melaporkan insiden ini ke Polsek Sukaraja, Polres Sukabumi Kota untuk diproses hukum lebih lanjut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.