Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB habis terbakar. Pemulihan desa wisata itu dinilai harus dilakukan dengan cepat dan menyeluruh.
Anggota Komisi VIII DPR, Nessy Kalviya meminta pemerintah untuk segera melakukan pemulihan terhadap Desa Adat Sade pascakebakaran parah yang meluluhlantakkan desa bersejarah itu.
"Pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Bagi masyarakat setempat, dampak kebakaran bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga ruang usaha dan sumber penghidupan keluarga," kata Nessy seperti dikutip Antara, Selasa (1/9/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) itu menyebabkan 167 bangunan di kawasan adat tersebut habis terbakar. Bangunan yang terdampak meliputi rumah adat, artshop, lumbung, dan sejumlah fasilitas lainnya. Lalu, sebanyak 120 kepala keluarga atau sekitar 320 warga turut terdampak.
Sejak desa yang menjadi rumah bagi suku Sasak itu habis terbakar, bantuan terus mengalir dari masyarakat luas, baik melalui lembaga maupun secara pribadi.
"Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri," ujar Nessy.
Menurut dia, bantuan darurat harus segera diikuti dengan pemulihan yang terukur agar warga tidak terlalu lama berada dalam situasi ketidakpastian. Pemulihan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah, tetapi juga harus mengembalikan sumber penghidupan masyarakat.
"Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai," katanya.
Pembangunan kembali Desa Adat Sade harus tetap mempertahankan karakter, tata ruang, arsitektur tradisional dan nilai budaya masyarakat Sasak. Karena Sade bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Sasak yang harus tetap terjaga.
Pemerintah juga didorong untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan seharusnya tidak dilakukan setelah bencana terjadi, namun sebelum
"Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman," tutup dia.





