DIY Alami Inflasi Bulanan Sebesar 0,27 Persen pada Agustus 2026
Muhammad Fatoni September 01, 2026 07:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi bulanan 0,27 persen pada Agustus 2026.

Dengan demikian, inflasi tahun ke tahun pada Agustus 2026 sebesar 3,07 persen, sementara inflasi tahun kalender sebesar 1,55 persen.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penyumbang utama inflasi bulanan pada Agustus 2026 didorong oleh makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,89 persen serta memberikan andil 0,25 persen.

Selain itu, inflasi juga disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dan memberikan andil 0,03 persen.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya disebabkan daging ayam ras. Lalu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan sumbangan inflasi pada Agustus 2026, disebabkan karena naiknya harga komoditas emas perhiasan,” katanya dalam keterangan secara daring, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: ​Inflasi Kota Yogya Tembus 0,24 Persen pada Agustus 2026, Lonjakan Harga Daging Ayam Ras Jadi Pemicu

Deflasi

Sebaliknya, kelompok transportasi mengalami deflasi 0,40 persen yang memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen. 

Deflasi pada kelompok ini terjadi karena adanya penurunan tarif pesawat terbang dan bensin.

Beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada Agustus 2026 (mtm) ialah daging ayam ras dengan andilnya sebesar 0,15 persen, buncis yang memberikan andil 0,05 persen, disusul kacang panjang yang memberikan andil 0,04 persen, dan emas perhiasan serta beras yang masing-masing memberikan andil inflasi 0,02 persen.

Sedangkan komoditas yang menahan laju inflasi adalah bawang merah yang memberikan andil deflasi 0,05 persen, tomat memberikan andil deflasi 0,04 persen, angkutan udara dan bensin masing-masing memberikan andil deflasi 0,03 persen, serta bawang putih yang memberikan andil deflasi 0,02 persen.

Endang melanjutkan secara tahunan DIY mengalami inflasi 3,07 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,54 persen. 

Secara tahunan, inflasi DIY pada Agustus 2026 didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 13,81 dan andilnya sebesar 0,93 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi cukup besar yakni 0,88 persen. Sedangkan kelompok transportasi memberikan andil inflasi 0,56 persen.

“Untuk komoditas utama penyumbang inflasi ialah emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, beras dan minyak goreng. Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi adalah kelapa, bawang merah, telur ayam ras, tomat, dan daun melinjo,” imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.