Astri Damayanti, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tengah bersiap berangkat ke Jerman untuk memperdalam kompetensinya di bidang otomotif.
Guru bidang teknik kendaraan ringan itu menjadi salah satu guru yang berhasil lolos Program Magang ke Luar Negeri untuk Guru SMK 2026. Ia akan menjalani program tersebut di Technische Universität (TU) Dresden, salah satu kampus teknologi terkemuka di Jerman.
Kepada detikEdu, Astri menceritakan proses seleksi yang harus dilaluinya. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah menyusun esai sekaligus menjalani wawancara menggunakan bahasa Inggris.
"Pembuatan esai itu mencakup harapan kami, apa motivasi kami dan bagaimana rencana tindak lanjut kami setelah program magang ini berlangsung. Setelah esai dibuat, kami harus diwawancarai, menggunakan bahasa Inggris," jelas Astri.
Sang guru mendapatkan informasi terkait program magang ini dari sosial media Instagram. Ia kemudian mendaftar sekaligus mengirimkan esai bahasa Inggris.
Dalam tahap seleksi administrasi, sebanyak 182 peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap wawancara. Pada tahap tersebut, Astri kembali harus menjelaskan tujuan mengikuti program, sekaligus memaparkan rencana tindak lanjut yang telah dituangkan dalam esainya.
"(Pada saat wawancara) kami harus menyampaikan kembali apa tujuan kami dan bagaimana kami mendesiminasikan apa yang telah kami tulis di esai, pada saat rancangan tindak lanjut dan juga pada saat setelah kembalinya kami dari Jerman," ujarnya.
Ingin Belajar Teknologi Otomotif Jerman
Astri juga mengungkapkan semangatnya untuk mempelajari teknologi-teknologi di Jerman yang berkaitan dengan bidang keahliannya yaitu otomotif. Bahkan, Astri menyebut Jerman sebagai salah satu negara yang memiliki industri otomotif yang sangat maju.
"Jadi, jelas sekali, saya ingin melihat bagaimana pabrikan Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz seperti itu," kata Astri ketika ditanya mengenai teknologi yang ingin dipelajarinya selama berada di Jerman.
Namun, pengalaman magang yang akan dijalani Astri tidak hanya berkaitan dengan teknologi otomotif. Ia juga akan mempelajari metode pengajaran vokasi di TU Dresden.
Menurut Astri, materi yang diperoleh selama magang nantinya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya dalam membangun hubungan yang lebih erat antara sekolah dan dunia industri.
"Kami juga mendapatkan (pelajaran) bagaimana cara membangun vokasi atau pendidikan . Jadi, bagaimana cara kita bekerjasama dengan industri sehingga serapan-serapan dari siswa-siswa SMK itu bisa langsung diterima di perusahaan," jelas Astri kepada detik di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Setelah menyelesaikan program magang dan kembali ke sekolah, Astri yang telah menjadi guru selama 7 tahun itu berencana menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya di Jerman dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, siswa SMK tidak cukup hanya memiliki keterampilan yang setara dengan standar internasional. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk benar-benar bersaing di pasar kerja internasional.
Program Magang untuk Guru SMK 2026
Program Magang ke Luar Negeri untuk Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangka meningkatkan kualitas SMK di seluruh Indonesia.
Terdapat 50 guru dari 16 provinsi di Indonesia yang lolos seleksi dan akan berangkat magang ke Jerman di musim gugur ini. Terdapat dua tempat yang menjadi tujuan magang pada program kali ini yaitu Dresden University of Technology dan FESTO.
Bekerjasama dengan Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut menyokong program ini dengan memberikan bantuan biaya hidup selama program berlangsung selama tiga bulan.
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengungkapkan proses seleksi berjalan selama 2 bulan sebelum pengumuman lolos peserta. Pemilihan tujuan magang juga didasarkan pada skala industri yang dimiliki oleh Jerman
"Secara internasional memang Jerman, Swiss, Belanda ini kan memiliki model . Berbeda dengan Amerika, Inggris atau Australia. Jerman lebih besar dan industrinya sangat banyak," ungkapnya.





