TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo (RON 98) resmi naik menjadi Rp 19.600 per liter per 1 September 2026.
Kenaikan ini berasal dari harga sebelumnya di bulan Agustus yang berada di angka Rp 18.300 per liter, atau naik Rp 1.300 per liter.
Penyesuaian harga ini membuat pemilik motor berperforma tinggi harus menyiapkan bujet lebih besar setiap kali mengisi bahan bakar di SPBU.
Meski harganya terus merangkak naik, godaan untuk turun oktan ke BBM yang lebih murah sebaiknya tidak sembarangan dituruti.
Sebab, motor dengan rasio kompresi mesin di atas 12:1 dirancang khusus untuk bahan bakar beroktan tinggi, dan penggunaan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrikan berisiko memicu gejala ngelitik (knocking) yang bisa merusak komponen mesin dalam jangka panjang.
"Efeknya jadi cepat terbakar, sebelum waktu pengapian, sehingga jadi detonasi," ujar Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kepada Kompas.com, belum lama ini.
Ferry menjelaskan, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh penggunaan oktan yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin.
Menurutnya, motor dengan rasio kompresi rendah, sekitar 7:1 hingga 10:1, memang lebih cocok memakai BBM beroktan rendah seperti RON 90.
Sebaliknya, apabila motor berkompresi tinggi dipaksa memakai oktan rendah, dampaknya bisa berupa penurunan performa, suhu mesin yang meningkat, hingga keausan komponen yang lebih cepat.
Lantas, motor apa saja yang direkomendasikan menggunakan Pertamax Turbo?
Yamaha
Dari pabrikan berlambang garpu tala, motor dengan rasio kompresi di atas 12:1 didominasi oleh line-up kompetisi off-road, salah satunya YZ250F yang memiliki rasio kompresi 13,8:1.
Honda
Sayap mengepak juga punya beberapa model dengan kompresi tinggi.
Selain motor sport flagship seperti CBR250RR varian SP/QS dan CBR600RR/CBR1000RR-R yang rasio kompresinya bisa menembus 14:1, dua skutik populer yaitu ADV 160 dan Vario 160 turut masuk daftar karena mengusung rasio kompresi 12,1:1 pada mesin eSP+ 160 cc-nya.
Kawasaki
Geng Hijau dikenal memiliki banyak line-up motor sport dengan kompresi tinggi yang memang dirancang untuk performa maksimal, di antaranya:
Jangan Asal Turun Oktan
Sebagai patokan umum, motor dengan rasio kompresi di atas 12:1 sebaiknya tetap menggunakan RON 98. Sementara itu, motor dengan kompresi 11:1 hingga 12:1 masih cukup aman menggunakan RON 95, dan motor dengan kompresi di bawah itu bisa menggunakan RON 92.
Meski biaya operasional makin membengkak, tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan adalah pilihan paling bijak bagi pemilik motor berkompresi tinggi, demi menjaga performa dan usia pakai mesin dalam jangka panjang.
Sumber: Kompas.com