Anies Kunjungi Pasar Pondok Labu, Stafsus Pramono Trenyuh Mampir ke Pasar Kenari: Kios Buku Sepi
Ferdinand Waskita Suryacahya September 01, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM  - Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengunjungi Pasar Kenari, Jakarta Pusat.

Yustinus mengunggah foto-foto dirinya ke pasar tersebut ke akun instagram pribadinya pada Senin (31/8/2026) malam.

Hal serupa dilakukan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan pada hari yang sama.

Keduanya mendapati pemandangan serupa yakni sepi pengunjung.

Pemandangan Kios Buku

Dikutip dari instagram pribadinya, Yustinus Prastowo menceritakan dirinya mampir ke Pasar Kenari saat pulang dari kantor.

"Pasar yang dulu terkenal sebagai pusat alat-alat kelistrikan. Siapa yang tahu di lantai 3 ada kios buku? Ya, mereka dulu pedagang di Kwitang yang difasilitasi pindah ke sini. Dulu sempat ramai sebelum covid meluluhlantakkan usaha mereka," kata Yustinus.

Yustinus bercerita keramaian pasar ini tak pernah pulih.  Kios buku yang berada di lantai 3 sepi pengunjung saat dirinya datang.

Padahal, Pasar Kenari dikelilingi beberapa kampus dan sekolah.

"Pasar Jaya sebagai pengelola sudah berbaik hati tak memungut biaya sewa. Namun sampai kapan mereka sanggup bertahan? Saya bahkan pengunjung satu-satunya, dan dalam dua minggu terakhir hampir tak ada pembeli, kecuali sedikit yang belanja online," kata Yustinus.

Yustinus mengungkapkan para pedagang buku menitipkan nasib mereka kepada Pak Gubernur Pramono Anung. 

Pedagang buku, kata Yustinus, percaya Pramono penuh welas asih dan perhatian. 

"Saya pun trenyuh. Besok kami akan diskusikan bersama Asisten Perkeu, Kadis Parekraf, Kadispusip, Kepala Biro Kerja sama, Kepala BPBUMD, dan Direksi Perumda Pasar Jaya," kata Yustinus.

"Kami yakin aktivasi dan dukungan event dapat membantu menghidupkan pasar ini. Apalagi buku kembali diminati," sambungnya.

Eks Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis era Menteri Sri Mulyani itu percaya sentuhan tangan dingin Pramono Anung mampu membawa daya baru yang menghidupkan geliat ekonomi. 

"Berpihak pada mereka yang setia pada buku rasanya menjadi sebentuk keberpihakan pada tanggung jawab peradaban. Semoga," katanya.

Anies Blusukan ke Pasar Pondok Labu

ANIES BASWEDAN BLUSUKAN - Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Video blusukannya diunggah di akun Instagramnya @aniesbaswedan pada Senin (31/8/2026).
ANIES BASWEDAN BLUSUKAN - Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Video blusukannya diunggah di akun Instagramnya @aniesbaswedan pada Senin (31/8/2026). (instagram Anies Baswedan)

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ia kaget melihat kondisi pasar yang sepi pengunjung.

Eks capres pada Pilpres 2024 itu mengunggah video blusukannya ke akun Instagramnya (@aniesbaswedan) pada Senin malam (31/8/2026).

Dengan rompi biru dongker yang sering dipakainya semasa memimpin Jakarta, Anies berkeliling pasar sambil menyapa para pedagang.

Pada baguan awal video, kamera sempat menyorot plang pasar yang bertuliskan "Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta".

"Apa kabar?" sapa Anies.

"Alhamdulillah" balas seorang wanita paruh baya, salah satu pedagang sayur.

Beberapa pedagang lain juga ikut menyalami Anies sambil tersenyum.

Si ibu-ibu pedagang pun mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi pasar yang sepi.

Ia bahkan menyebut Pasar Pondok Labu lebih sepi dari kuburan.

"Sepi banget Pak, sama kuburan masih rame kuburan. Kuburan masih ada yang ziarah," kata ibu-ibu pedagang.

Para pedagang mensinyalir sepinya pasar karena menjamurnya pedagang sayur di sekitar pemukiman, sehingga warga tidak berbelanja ke pasar.

Ditambah, pasar online yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, termasuk sayur-mayur dan bahan masakan lain, semakin marak.

Tak berhenti di los sayur, Anies juga berkeliling ke lapak pedagang daging, emas sampai pakaian dan kosmetik.

"Saya datang lihat di mana-mana sepi, makin hari-makin ga belanja ke pasar," kata Anies ke pedagang daging.

"Semoga makin gerak ekonominya," lanjut Anies.

Anies menganggap kondisi sepinya pasar sudah parah.

"Saya lihat pasar agak sepi," kata Anies.

"Parah, Pak," sahut pedagang kosmetik.

"Parah ya," kata Anies lagi.

Anies lantas ngobrol dengan sejumlah pedagang sekaligus sambil duduk di kursi panjang di depan papan catur.

Salah seorang pedagang kosmetik mengajukan usul agar pasar bisa kembali ramai, yakni dengan mengadakan bazar sembako murah.

"Bagaimana caranya semua pasar PD (Pasar Jaya) lah mengadakan sembako murah. 

Anggapan orang, wah belanja di pasar aja, pasar aja, karena harga murah," kata si pedagang kosmetik.

Anies pun menimpali. Ia menyebut orang yang diberi wewenang belum tentu memiliki kapasitas dan mau mendengar.

"Punya kewenangan tidak otomatis punya pengetahuan. Karena itu yang punya kewenangan harus rendah hati untuk dengar, karena yang tahu situasi, yang tahu kebutuhan itu yang ada di pasar," kata Anies. 

Berita terkait

  • Baca juga: Kondisi Pilu Pasar Pondok Labu, Banyak Kios Tutup hingga Pedagang Curhat Cuma Bisa Bertahan Hidup

  • Baca juga: Pasar Pondok Labu Sepi, Anies Sampaikan Kritik: Punya Kewenangan Harus Rendah Hati untuk Dengar

  • Baca juga: Kritik Anies Lihat Pasar Pondok Labu Jaksel Sepi: Punya Kewenangan Tidak Otomatis Punya Pengetahuan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.