Harga Ayam Potong di Sabang Tembus Rp70 Ribu Per Ekor, Stok Menipis
Saifullah September 01, 2026 09:38 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Harga ayam broiler atau ayam potong di Kota Sabang mengalami kenaikan seiring menipisnya stok di pasaran.

Saat ini, ayam potong ukuran kecil dijual pedagang dengan harga sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per ekor. 

Keterbatasan pasokan membuat harga ayam masih bertahan pada kisaran tersebut.

Pedagang ayam di Kota Sabang, Joni mengatakan, pasokan ayam yang masuk ke Sabang belum stabil. 

Kondisi itu membuat pedagang tidak selalu mendapatkan ayam dalam jumlah banyak.

"Untuk ayam ukuran kecil sekarang sekitar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per ekor. Stok ayam di Sabang memang sedang menipis," ujar Joni, Selasa (1/9/2026).

Menurut Joni, kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan ayam di daratan.

Baca juga: Stok Ludes Dilibas MBG, Pedagang Ayam Potong dan Kuliner Kecil di Aceh Tamiang Terancam Gulung Tikar

Saat ini, masyarakat di sejumlah daerah sedang memasuki musim peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang turut meningkatkan permintaan ayam.

Selain kebutuhan untuk kegiatan Maulid, permintaan ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut ikut memengaruhi ketersediaan dan harga ayam.

"Di daratan sekarang kebutuhan ayam juga meningkat karena musim Maulid. Selain itu, kebutuhan untuk MBG juga ikut berpengaruh," katanya.

Menurut Joni, ayam yang dijual di Sabang saat ini didatangkan dari daratan Aceh. 

Hal ini karena belum ada peternakan ayam lokal yang mampu memasok kebutuhan pasar dalam jumlah yang cukup.

"Selama ini ayam diambil dari daratan karena di Sabang tidak ada yang memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah banyak," urainya.

Ketergantungan terhadap pasokan dari daratan membuat ketersediaan ayam di Sabang sangat dipengaruhi kelancaran distribusi. 

Ketika kebutuhan di daratan meningkat dan pasokan yang masuk ke Sabang terbatas, stok di tingkat pedagang ikut menipis.

Joni berharap pasokan ayam dari daratan kembali lancar sehingga jumlah ayam yang tersedia di pasaran dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi serupa dirasakan warga yang menggunakan ayam sebagai bahan kebutuhan usaha.

Wati, salah seorang warga Sabang mengatakan, keterbatasan stok menyulitkannya memenuhi kebutuhan ayam untuk berjualan.

Baca juga: VIDEO - Harga Ayam Potong di Banda Aceh Stabil, Cabai dan Bawang Merah Justru Naik

"Agak sulit memenuhi kebutuhan ayam untuk jualan karena stoknya terbatas,” terang dia.

“Kadang kami membutuhkan lebih banyak, tetapi ayam yang tersedia tidak mencukupi," kata Wati.

Menurut Wati, selain sulit mendapatkan ayam dalam jumlah sesuai kebutuhan, harga yang kini mencapai hingga Rp70 ribu per ekor juga dirasakan cukup mahal.

Kenaikan harga tersebut membuat biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan usaha ikut bertambah. 

Ia pun berharap pasokan ayam kembali normal sehingga harga dapat lebih stabil dan tidak terlalu membebani masyarakat.

"Harapannya harga bisa kembali stabil dan stok ayam juga tersedia, sehingga kami lebih mudah memenuhi kebutuhan untuk berjualan," ujarnya.

Dengan kondisi pasokan yang masih terbatas, masyarakat di Sabang untuk sementara harus menyesuaikan jumlah pembelian dengan ketersediaan ayam di pasaran.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.