Dear Kaum Mager! Keseringan Duduk Ternyata Bisa Picu Kanker, Ini Hubungannya
GH News September 01, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Malas gerak (mager) atau sedentary lifestyle mungkin menjadi gaya hidup sebagian orang. Tidak sedikit dari mereka lebih memilih duduk, daripada aktif bergerak. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu munculnya kanker.

Namun, kanker dan sedentary lifestyle ini keduanya tidak secara langsung berhubungan. Hal ini, karena penyebab kanker itu sendiri multifaktoral, sehingga tidak bisa hanya mengacu kepada satu penyebab.

Spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi, dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi mengatakan hubungan kanker dan hidup bermalas-malasan berkaitan dengan obesitas.

"Jadi kaitannya dengan obesitas ujungnya. Karena sudah diakui dari penelitian-penelitian yang sudah dipublikasi bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk memicu terjadinya kanker," kata dr Santi saat temu media di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

"Jadi gaya hidup yang seperti ini sudah tentu akan membuat orang itu akan bertambah BMI-nya (Body Mass Index), sehingga massa ototnya menjadi kurang," lanjutnya.

Hubungan antara sedentary lifestyle dan kanker juga didukung oleh penelitian yang terbit tahun 2026 berjudul "Sedentary behaviour and cancer risk: a World Cancer Research Fund International Global Cancer Update Programme (CUP Global) systematic literature review and meta-analysis".

Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa perilaku kurang gerak yang berkepanjangan kemungkinan merupakan penyebab kanker payudara dan kanker usus besar, sementara bukti sugestif terbatas mendukung hubungan positif untuk beberapa pasangan paparan-kanker lainnya, termasuk kanker paru-paru dan kanker ovarium.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.