Mentan Ungkap Aksi Culas Bisnis Beras, Masyarakat Rugi Rp 89 Triliun
GH News September 01, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik curang dalam penjualan beras fortifikasi. Produk yang diklaim mengandung gizi tertentu ternyata tidak sesuai kenyataan.

Amran mengatakan beras fortifikasi dibuat dengan mencampurkan beras analog yang telah mengandung vitamin ke dalam beras biasa.

Namun, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pemerintah di empat laboratorium, sekitar 90% sampel beras fortifikasi tidak sesuai dengan klaim.

"Harga beras 90% itu tidak benar dan dijual, jadi harusnya ini harga barang, Rp 13.000, tapi dijual Rp 20.000. dijual ada yang Rp 56.000," kata Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (1/8/2026).

Ia juga menyebut izin produk yang bermasalah akan ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan pencabutan izin.

Amran menilai label fortifikasi digunakan untuk memberikan kesan bahwa beras memiliki nilai tambah, meski kandungan vitamin yang diklaim tidak ditemukan dalam pemeriksaan.

"Nah, insyaallah mungkin minggu ini, minggu depan, selesai semua prosesnya, kami kirim ke penegak hukum," janji Amran.

Amran menambahkan, jumlah selisih harga yang tidak sesuai itu mencapai Rp 89,19 triliun. Pemerintah tengah melengkapi data dan hasil pemeriksaan sebelum membawa kasus tersebut kepada penegak hukum dan Satgas Pangan.

"Kami sudah menyurat, ini izinnya dicabut. kemudian tidak dikeluarkan lagi izin dulu, dan insyaAllah, kami masih proses terus, supaya datanya betul-betul lengkap," tutup Amran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.