Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Lagi! tapi Masih Terbatas
GH News September 01, 2026 10:09 PM
Mataram -

Gunung Rinjani kembali dibuka untuk aktivitas wisata mulai hari ini. Namun, pendakian dan sejumlah kegiatan lain di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masih dibatasi karena musim kemarau dan risiko kebakaran.

Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Budhy Kurniawan, mengatakan pembukaan terbatas ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Kegiatan wisata alam di Taman Nasional Gunung Rinjani dibuka secara terbatas," ucap Budhy di Mataram dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).

Pembukaan terbatas tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/08/2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Pendakian Gunung dalam rangka pencegahan kebakaran hutan.

Tak hanya pendakian, kegiatan ritual, religi, budaya, sosial, dan penelitian juga masih diperbolehkan di kawasan Rinjani.

"Pembukaan secara terbatas mencakup kegiatan wisata pendakian, ritual, religi, budaya, sosial, dan penelitian," ujarnya.

Meski telah dibuka, pengawasan di kawasan Rinjani akan diperketat. Petugas akan meningkatkan patroli dan pengendalian akses serta memeriksa barang bawaan pengunjung yang berpotensi menjadi sumber api.

"Penggunaan api secara sembarangan dilarang dan kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan diperkuat bersama para pihak," lanjut Budhy.

Sementara itu, layanan booking online melalui aplikasi eRinjani dihentikan sementara mulai 1 September 2026. Layanan tersebut akan kembali dibuka setelah kondisi risiko kebakaran dinyatakan aman.

Bagi pendaki yang sudah melakukan dan membayar booking sebelum 1 September 2026, kunjungan tetap dapat dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

"Booking yang telah dilakukan dan dibayar sebelum tanggal tersebut tetap dapat dilayani sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Pembukaan kawasan Rinjani selanjutnya akan disesuaikan dengan tingkat risiko kebakaran, perkembangan musim kemarau, serta kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TN Gunung Rinjani. Evaluasi akan dilakukan secara berkala.

"Rinjani tetap terbuka, tetapi keselamatan dan kelestarian adalah prioritas," tambahnya.

Ia pun mengingatkan wisatawan dan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama berada di kawasan Rinjani.

"Tidak menyalakan api sembarangan. Tidak meninggalkan sumber api. Tidak mengambil risiko," lengkap Budhy.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.