Pengukuran Kualitas Udara di 3 Lokasi Malinau: Taman Jajok Tertinggi, Dua Titik Lain Masih Sedang
Cornel Dimas Satrio September 01, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau melakukan pemantauan kualitas udara secara mandiri di wilayah perkotaan Malinau, Kalimantan Utara. Langkah ini diambil untuk memetakan kondisi sebaran kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut.

Pemantauan dilakukan menggunakan alat portable di tiga titik strategis yang merepresentasikan aktivitas masyarakat yang berbeda.

Ketiga lokasi tersebut meliputi area perkantoran, transportasi, dan permukiman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Malinau, John Felix Rundupadang menyampaikan pengukuran langsung di lapangan ini didampingi BPBD Malinau serta Dinas Kesehatan setempat.

"Kita mencoba bergerak dari tiga titik hari ini. Mulai dari Padan Liu’ Burung untuk mewakili lingkungan perkantoran, kemudian menuju ke depan bandara untuk mewakili lokasi transportasi, dan kita ke Taman Jajok untuk mewakili lokasi permukiman," ungkapnya.

Berdasarkan standar klasifikasi kualitas udara, ambang batas kategori sedang berada di rentang 15 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik.

KUALITAS UDARA - Jarak pandang terbatas akibat kabut asap di depan Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (1/9/2026). Berdasarkan pemantauan DLH Malinau, kualitas udara di daerah tersebut tergolong sedang.
KUALITAS UDARA - Jarak pandang terbatas akibat kabut asap di depan Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (1/9/2026). Berdasarkan pemantauan DLH Malinau, kualitas udara di daerah tersebut tergolong sedang. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

Baca juga: Dua Hari Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap, Disdik Malinau Atur Skema Tugas Daring dan Luring

Sementara itu, kualitas udara di kawasan pemukiman Taman Jajok tercatat mencapai angka 58,67 mikrogram per meter kubik.

Berdasarkan standar nilai, angka tersebut telah melewati ambang batas sedang dan masuk dalam kategori tidak sehat.

Secara umum, kondisi udara hari ini sebenarnya cenderung lebih baik dibandingkan hari sebelumnya yang rata-rata pengukurannya berada di atas 60 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tidak sehat di pemukiman ini membuat DLH mengeluarkan imbauan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.

"Bagi kelompok rentan, dalam kondisi tidak sehat ini diharamkan untuk beraktivitas di luar rumah," tegas John Felix.

Warga juga disarankan untuk mengatur ventilasi rumah dengan cermat. Membuka jendela disarankan hanya pada waktu subuh atau dini hari untuk sirkulasi udara bersih, dan harus segera ditutup sebelum pukul 08.00 pagi karena adanya pergeseran angin yang mulai membawa kabut asap masuk ke dalam ruangan.

DLH Malinau akan terus memantau perkembangan ini secara berkala guna mengantisipasi penurunan kualitas udara lebih lanjut.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.