Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Endapan lumpur bercampur sampah muncul ke permukaan saat Situ Cilodong di Jalan Abdul Gani, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok surut.
Tak ubahnya ‘pulau sampah’, endapan itu membentuk daratan persis di sisi Selatan danau.
Berbagai jenis sampah, baik organik maupun anorganik disatukan oleh lumpur dan perlahan mengering.
Baca juga: Kemarau Panjang, Volume Air di Situ Cilodong Depok Menyusut Drastis
Sampah yang membentuk daratan di pinggiran Situ Cilodong Depok itu terbawa arus air dari saluran irigasi atau sungai kecil.
Selain itu, banyak pula pengunjung yang secara sengaja membuang sampah langsung ke dalam air.
Kemarau panjang yang melanda wilayah Kota Depok dalam beberapa bulan ke belakang diduga menjadi penyebab utama Situ Cilodong susut.
Meskipun, hanya sebagian kecil jasa permukaan dasar danau yang terlihat ke permukaan.
Sisanya, air masih menggenangi area situ meskipun volumenya turun drastis dan tercemar limbah dan sampah.
Warga setempat, Hamidah (50) mengaku prihatin dengan tumpukan sampah yang ada di Situ Cilodong.
“Biasanya enggak kelihatan, ini airnya surut jadi nampak,” kata Hamidah di lokasi, Selasa (1/8/2026).
Hamidah berharap, ada penanganan khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar Situ Cilodong kembali asri.
Pedagang di sekitaran lokasi, Agus (44) juga mengeluhkan kondisi Situ Cilodong yang tercemar sampah.
“Kalau situnya bersih kan banyak pengunjung, dagangan rame,” ungkap Agus sambil tertawa kecil.
Bagi Agus, Situ Cilodong kutang perawatan dari pemerintah. Padahal, kantong air itu memiliki potensi pariwisata.
“Dulu malah ada bebek air mainan, sekarang sudah enggak ada,” pungkasnya. (m38)