BANGKAPOS.COM -- Penyebab Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ambruk setelah diresmikan Bupati Citra Pitriyami.
Rekaman video jembatan gantung ambruk setelah diresmikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami pada Minggu (30/8/2026) sore beredar viral di media sosial.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun Citra Pitriyami mengalami memar akibat terkena kawat jembatan.
Pembangunan jembatan gantung dilakukan untuk menghubungkan sejumlah dusun di desa Margacinta seperti dusun Nanggungan dan dusun Margajaya.
Baca juga: Isi Rekening Yunita Mustika Kepala BKPSDM Diperiksa KPK, Rp800 Juta Jadi Rp8,5 Miliar Kurun 5 Tahun
Lokasi jembatan sekitar 15 kilometer dari pusat kota Pangandaran atau menempuh perjalanan sekitar 30 menit.
Setelah pemotongan pita oleh jajaran pejabat daerah, rombongan berjalan melintasi jembatan untuk mencoba struktur tersebut.
Di tengah jembatan, kabel seling pengikat diduga tidak kuat menahan beban rombongan yang menumpuk di satu titik sehingga putus atau terlepas dari angkur pilar.
Sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat ikut terjatuh ke area sungai hingga bebatuan di bawahnya.
Kabag Humas Pemda Pangandaran, Raden Detty Marieta, menerangkan kedatangan Citra Pitriyami untuk meresmikan jembatan setelah diundang Dandim 0626 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan.
Kini, kondisi Citra Pitriyami sudah membaik dan sudah berkegiatan normal.
“Iya ibu di undang oleh Pak Dandim untuk meresmikan jembatan. Ada memar sedikit. Kena kawat memar di tangan,” tuturnya, Senin (31/8/2026).
Citra Pitriyami menerangkan jembatan mengalami kerusakan di bagian tali sling sisi kanan.
"Jadi pada saat setelah disambut Forkopimda kemudian dengan Bupati, saya dan Dandim 0625 Pangandaran melintasi jembatan tersebut. Kemudian tali sling yang di sebelah kanan terjadi lepas," tuturnya, Senin.
Ia menjelaskan kondisi rangka bawah jembatan masih utuh.
"Dapat dilihat mungkin di video yang beredar itu, rangka bawah masih tetap utuh dengan sling sebagian sebelah kirinya," lanjutnya.
Baca juga: Siapa Sosok Bajak Laut, Saksi Sidang Korupsi Kuota Haji, Bongkar Titipan 406 Ribu Dolar AS Gus Alex
Menurutnya, ada kesalahan dalam mengendalikan jumlah warga yang melintas saat peresmian.
"Untuk penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim. Pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut," terangnya.
Beban maksimal jembatan gantung sekitar 2 ton, namun masyarakat sangat antusias menaikinya.
"Jembatan tersebut telah kami hitung, kemudian dia di 60 persennya untuk maksimum digunakan oleh jembatan tersebut," pungkasnya.
Pembangunan jembatan gantung merupakan hasil kolaborasi swadaya antara Kodim 0625 Pangandaran dan warga setempat melalui program padat karya.
Hadirnya infrastruktur ini dirancang untuk mendongkrak konektivitas warga setempat mulai dari mempermudah akses anak sekolah, memperlancar distribusi hasil tani, menggerakkan roda ekonomi daerah, hingga memberi dorongan signifikan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran.
Kondisi terkini Bupati Pangandaran Citra Pitriyami setelah insiden Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang diresmikan Minggu (30/8/2026) ambruk.
Kakak Penyayi Cakra Khan ini sempat mendapat infus vitamin setelah merasa lemas seusai ambruknya insiden Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Selain lemas, Citra juga mengalami memar di bagian pergelangan tangan kiri.
Saat ini, kondisi orang nomor satu di Kabupaten Pangandaran tersebut masih dalam tahap pemulihan, terutama akibat syok setelah kejadian.
Ajudan Bupati Citra Pitriyami, Andi, mengatakan infus vitamin diberikan karena Citra sempat merasa lemas.
"Ada memar di pergelangan tangan kiri dan badan lemas, tadi sempat diinfus vitamin karena merasa lemas. Tinggal pemulihan shock-nya," terang Andi, Senin (31/8/2026).
Andi meminta masyarakat mendoakan agar kondisi Citra segera pulih.
"Mohon doanya," imbuhnya.
Baca juga: Jejak Mutasi Transfer Rp5 Juta ke Sutrimo, Dikirim Seorang Perempuan, Ditelepon FA Balik ke Jakarta
Meski masih dalam masa pemulihan, Citra tetap menjalankan sejumlah kegiatan pemerintahan pada Senin (31/8/2026).
Namun, tidak semua agenda dapat diikutinya hingga selesai.
Sejumlah kegiatan harus dijadwalkan ulang menyesuaikan kondisi Citra setelah insiden jembatan.
"Kegiatan hari ini di-reschedule, ada sebagian agenda yang sudah dilaksanakan, tetapi tidak sampai selesai diikuti oleh ibu," ucap Andi.
Sementara itu, dalam rekaman video setelah kejadian, Citra tampak dievakuasi dari lokasi.
Seorang warga terlihat memeluk dan menenangkan Citra, sementara warga lainnya memberikan air minum.
Sehari setelah kejadian, Citra juga menyampaikan rasa syukurnya karena masih diberikan keselamatan.
"Alhamdulillah saya masih diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Terima kasih atas doa dari semuanya," kata Citra melalui akun Instagramnya, Senin (31/8/2026).
(Tribunjabar.id/Padna) (Tribunnews.com/Faisal Mohay) (Bangkapos.com)