TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Senyum lega dan rasa syukur kini menyelimuti raut wajah sejumlah warga yang dulunya tinggal di bantaran rel kawasan Pasar Gaplok, Senen, Jakarta Pusat.
Pasalnya, kini mereka telah tinggal di tempat layak yang dijanjikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tercatat ada 69 kepala keluarga dengan 275 jiwa yang tadinya tinggal di bantaran rel, kini mereka menempati Hunian Senen sejak dua bulan lalu.
Warga yang tinggal di Hunian Senen ini mayoritas bekerja serabutan hingga pemulung.
seorang warga, Cono, mengungkapkan rasa bahagianya bisa menetap di Hunian Senen.
Menempati unit baru sejak sekitar dua bulan lalu, ia mengaku merasakan perbedaan kualitas hidup yang signifikan bersama keluarganya.
"Alhamdulillah sehat, Pak. Sangat nyamanlah," kata Cono saat berbincang dengan TribunJakarta.com di depan unit huniannya, Selasa (1/9/2026).
Cono tak menampik bahwa kondisi ekonominya masih menuntutnya untuk terus berjuang keras di jalanan.
Namun, keberadaan tempat tinggal yang layak memberikan ketenangan batin tersendiri baginya.
Cono tinggal bersama keluarganya berjumlah empat orang.
"Walaupun ini sepetak tapi jauh lebih nyaman daripada kita tinggal di pinggir rel kereta api," kata Cono.
Cerita senada disampaikan oleh Neneng.
Warga eks bantaran rel ini bersyukur karena kini tidak lagi harus dibayang-bayangi bahaya perlintasan kereta api setiap hari.
"Bersyukur sih udah dapat rumah di sini. Jadi lebih baik dari yang sebelumnya, lebih nyaman," tutur Neneng.
Neneng pun membagikan kenangan berkesannya saat berkesempatan bertemu langsung dan disapa oleh Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung hunian tersebut beberapa hari lalu.
"Enggak sih (ngobrol panjang), cuma nanya aja. 'Ini Bu siapa?' katanya. 'Ini bukan Ibu yang di rel ya?' 'Iya Pak, saya yang di rel. Saya yang meminta rumah sama Pak Presiden,'" kenang Neneng menirukan percakapannya dengan Presiden.
Dalam dialog singkat tersebut, Neneng menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam.
Presiden Prabowo pun berpesan agar warga senantiasa menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah diberikan.
"Bapak bilang tolong dijaga ini fasilitasnya. Jaga kebersihannya," kata Neneng.
Neneng membeberkan bahwa setiap unit Hunian Senen dibekali berbagai fasilitas pendukung siap pakai meliputi 2 unit kasur, 1 lemari pakaian, serta 1 unit kipas angin.
"Sedangkan untuk area dapur dilengkapi perlengkapan dan alat-alat masak dasar," ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga dipastikan mendapatkan air dan sanitasi yang layak meskipun berbagi toilet umum.
Saat ditanya mengenai biaya operasional atau sewa bulanan, Neneng menegaskan bahwa hingga saat ini warga tidak ditarik iuran apapun.
"Enggak, selama ini sih belum ada ya. Ya mudah-mudahan jangan, mudah-mudahan enggak ada biaya apa pun," harapnya.
Casmi: Dulu Bongkar Pasang di Rel, Kini Diberi Tempat Layak
Sementara itu, Casmi, warga eks bantaran rel lainnya, menceritakan masa lamanya hidup penuh ketidakpastian di pinggir perlintasan kereta.
Dulu, penertiban dan pembongkaran pemukiman liar sudah menjadi hal biasa baginya.
"Dulu kan tinggal di rel kereta. Katanya rel kereta mau dibangun, jadi orang suruh pindah dengan alasan karena di rel bahaya, begitu.
Memang dari dulu bongkar pasang, bongkar pasang," ungkap Casmi.
Namun kali ini, proses penataan di era pemerintahan Presiden Prabowo memberikan solusi konkret berupa tempat tinggal pengganti yang jauh lebih tertata dan permanen.
"Karena ini Presidennya Pak Prabowo, jadi orang dikasih tempat di sini. Ya alhamdulillah sih kalau memang selamanya boleh tinggal di sini tanpa bayar," tutur Casmi.
Baca juga: Demo Hari Ini di Jakarta: Massa Bergerak di Senen dan Gambir, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan
Baca juga: 3 Karyawan Percetakan yang Disekap di Senen Dipastikan Tak Mencuri, Ini Temuan Polisi
Baca juga: Said Iqbal Terenyuh Dengar Kisah Karyawan Percetakan di Senen: Tak Beradab, Ayahnya Cuma Pedagang Es