IPK 3,98 Tetapi Nyaris Cuti karena UKT, Resti Terima Beasiswa PT Mifa
Nurul Hayati September 02, 2026 01:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Di sela kesibukannya sebagai mahasiswa, Resti Zahara (19) ikut memproduksi kerupuk yang kemudian dititipkan ke sejumlah warung.

Usaha sederhana itu menjadi salah satu caranya menambah biaya untuk tetap bisa kuliah.

Resti merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU).

Perempuan asal Gampong Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.

Ayah Resti telah meninggal dunia, sementara ibunya sehari-hari merupakan ibu rumah tangga.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Resti ikut berupaya memenuhi kebutuhan pendidikannya sembari menjalani perkuliahan.

Di tengah keterbatasan tersebut, Resti tetap mampu menjaga prestasi akademiknya.

Memasuki semester tiga, ia mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dan memiliki keinginan untuk menekuni bidang kesehatan setelah menyelesaikan pendidikan.

Namun, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sempat menjadi kendala bagi Resti untuk melanjutkan perkuliahan.

Ia bahkan mempertimbangkan mengambil cuti karena kesulitan memenuhi biaya tersebut.

Di tengah kondisi itu, Resti terpilih menjadi salah satu penerima Beasiswa Bhakti Mifa untuk Negeri dari PT Mifa Bersaudara.

Beasiswa tersebut membantu Resti memenuhi biaya pendidikan sehingga ia dapat tetap melanjutkan kuliah.

“Kalau tidak ada beasiswa Mifa, mungkin saya harus cuti karena kesulitan membayar UKT. Beasiswa ini sangat membantu saya untuk tetap kuliah,” ungkap Resti saat mengikuti Orientasi dan Silaturahmi Penerima Beasiswa Bhakti Mifa untuk Negeri di Aceh Barat, Senin (31/8/2026).

Resti merupakan satu dari 42 mahasiswa asal Aceh Barat yang menerima Beasiswa Bhakti Mifa untuk Negeri.

Para penerima menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Aceh Barat.

Mereka diseleksi oleh perguruan tinggi masing-masing.

Salah satu penerima lainnya adalah Al-Fadhil (26), warga Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo.

Ia merupakan mahasiswa semester empat Ma’had Aly Syekh Muda Waly di Labuhan Haji, Aceh Selatan, dengan IPK terakhir 3,5.

Al-Fadhil mengatakan beasiswa tersebut membantu meringankan biaya pendidikan yang harus dipenuhi selama menjalani perkuliahan.

“Dengan adanya beasiswa ini, kami sangat terbantu untuk membayar biaya kuliah. Semoga apa yang telah dilakukan selama ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan,” ungkapnya.

Group Head CSR, External Relations, and Corporate Communication (CEC) PT Mifa Bersaudara, Tengku Kaddhafi Al Munir, mengatakan Beasiswa Bhakti Mifa untuk Negeri merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan sumber daya manusia di Aceh Barat melalui pendidikan.

Tengku Kaddhafi berharap dukungan terhadap pendidikan tersebut dapat membantu melahirkan generasi muda yang nantinya mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, terus mengembangkan kemampuan, dan nantinya ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi serta kemajuan Aceh Barat,” ujarnya.(*)


 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.