Liga Nusantara Sistem Home and Away, Wapres Sriwijaya FC Mohammad David: Kalau Saya Sendiri, Berat!
Abdul Hafiz Sripo September 02, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wapres Sriwijaya FC Mohammad David mengaku cukup kewalahan jika kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 benar-benar menerapkan sistem home and away.

Menurutnya, format tersebut membutuhkan biaya besar, terlebih jika seluruh kebutuhan klub masih harus ditanggung sendiri.

"Kalau untuk saat ini kita masih berdiri sendiri. Kalau saya sendiri, beratlah. Karena bukan sedikit biaya yang dikeluarkan dengan sistem home and away ini. Cukup besar merogoh kocek," ungkap Mohammad David, Selasa (1/9/2026).

CEO David FC tersebut mengatakan, dirinya baru saja melakukan perjalanan ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan manajemen Sriwijaya FC yang berada di ibu kota terkait persiapan menghadapi Liga Nusantara 2026/2027.

Dalam koordinasi tersebut, manajemen Sriwijaya FC di Jakarta juga telah berkomunikasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), termasuk dengan Direktur Utama Ferry Paulus.

David menyebut regulasi Liga Nusantara 2026/2027 hingga kini masih bersifat tentatif. Namun, informasi terakhir yang diterimanya menyebut kompetisi kasta ketiga tersebut kemungkinan akan menggunakan format home and away.

Di tengah persiapan tersebut, manajemen Sriwijaya FC juga masih menunggu kepastian terkait investor yang akan mendukung klub.

David memastikan komunikasi mengenai investor masih terus berjalan.

"Investornya tetap orang Sumsel. Tapi kalau sampai investornya orang luar Sumsel, saya berharap dan mengajak warga Sumsel sama-sama kita pertahankan Sriwijaya FC tetap di Sumsel," pungkasnya.

Siapkan Dua Opsi Stadion
Sementara itu, Sriwijaya FC mulai menyiapkan opsi stadion yang bakal menjadi markas kandang jika Liga Nusantara 2026/2027 resmi menerapkan sistem home and away.

Manajemen Laskar Wong Kito telah membahas dua venue di Palembang yang dinilai berpotensi menjadi home base musim depan, yakni Lapangan Atletik Dalam Jakabaring Sport City (JSC) dan Stadion Bumi Sriwijaya.

Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid SH, mengatakan pemilihan stadion nantinya akan disesuaikan dengan level kompetisi serta kemampuan finansial klub.

"Tadi saya sudah diskusikan dengan Pak David, sudah rapat kecil. Bisa di Stadion Atletik Dalam JSC, bisa di Stadion Bumi Sriwijaya. Karena ini amatir, menyesuaikan dengan kemampuan finance kita," ungkap Faisal Mursyid kepada Sripoku.com.

Meski telah memiliki dua opsi venue, manajemen Sriwijaya FC belum dapat memastikan stadion yang akan digunakan untuk pertandingan kandang.

Pasalnya, klub hingga kini masih menunggu regulasi resmi Liga Nusantara 2026/2027 dari PSSI dan PT LIB.

"Regulasi dari hasil keputusan kongres kemarin, kita kan belum menerima," katanya.

Faisal menjelaskan, PSSI dan PT LIB saat ini masih berkonsentrasi mempersiapkan regulasi kompetisi kasta teratas dan kedua, yakni Super League dan Championship.

• Sriwijaya FC Optimistis Atasi Sanksi FIFA Jelang Liga Nusantara 2026/2027

Kedua kompetisi tersebut dijadwalkan mulai bergulir sekitar pertengahan September 2026.

"PT LIB dan PSSI masih terkonsentrasi dengan regulasi untuk Super League dan Championship sekitar pertengahan September bergulir," ujarnya.

Karena itu, Sriwijaya FC masih menanti kepastian format kompetisi Liga Nusantara 2026/2027, apakah nantinya menggunakan sistem home tournament atau home and away.

Faisal menilai penerapan sistem home and away harus mempertimbangkan kemampuan finansial seluruh klub peserta.

"Ini juga harus dilihat kemampuan klub tidak sama. Liga Nusantara ini amatir, apakah ini bisa dijalankan oleh semua klub," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.