TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menyambut 535 mahasiswa baru (maba) melalui Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan secara daring melalui Zoom pada Rabu (2/9/2026) itu menjadi pintu awal bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan dan Sarjana Keperawatan untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan diri menyambut masa depan sebagai calon tenaga kesehatan.
Sebanyak 256 mahasiswa baru S1 Kebidanan dan 279 mahasiswa baru S1 Keperawatan mengikuti PKKMB FIKes 2026. FIKes mengarahkan kegiatan tersebut bukan hanya untuk memperkenalkan lingkungan akademik, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan karakter dalam diri calon tenaga kesehatan.
Memulai Perjalanan Akademik dengan Karakter Kuat
Ketua Panitia PKKMB FIKes Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Putriatri Krimasusini Senudin, SST.,M.Keb., yang sering dipanggil Dr. Atri mengatakan mahasiswa baru akan menghadapi berbagai pengalaman baru selama menjalani kehidupan perkuliahan.
“Adik-adik sekalian, memasuki dunia perkuliahan berarti kalian akan bertemu dengan banyak hal baru: teman baru, lingkungan baru, tugas baru, dan mungkin juga deadline baru yang sebelumnya belum pernah kalian kenal,” ungkap Dr. Atri sang Fresh Graduate itu.
Menurutnya, mahasiswa perlu menjadikan setiap pengalaman selama kuliah sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembentukan diri.
Ia mendorong mahasiswa agar memiliki kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan, berani menciptakan sesuatu yang baru, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pesan tersebut menempatkan PKKMB sebagai langkah awal bagi mahasiswa untuk membangun kesiapan akademik sekaligus karakter dalam menghadapi perjalanan pendidikan di FIKes.
Menyiapkan Tenaga Kesehatan yang Kompeten dan Peduli
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unika Santu Paulus Ruteng, Reverendum Pater (RP) David Djerubu, MA, menegaskan bahwa mahasiswa kesehatan perlu memahami sejak awal besarnya tanggung jawab profesi yang mereka pilih.
“Mahasiswa kesehatan sedang dipersiapkan untuk melayani manusia yang sakit, cemas, bahkan siap mengakhiri hidupnya,” jelasnya.
Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan akademik. Mereka juga perlu membangun karakter yang kuat melalui disiplin dan kepedulian.
RP. David menjelaskan bahwa disiplin tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu, tetapi juga menyangkut tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
“Disiplin terhadap waktu dan tanggung jawab terhadap tugas merupakan langkah awal seorang tenaga kesehatan. Disiplin yang dijaga akan membuat mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain disiplin, ia meminta mahasiswa menumbuhkan kepedulian karena ilmu kesehatan pada akhirnya bertujuan melayani manusia.
“Mahasiswa kesehatan belajar banyak ilmu kesehatan, tetapi satu hal yang penting adalah kita sedang melayani manusia. Maka, tanamkan sikap kepedulian Anda dengan baik-baik,” pesannya.
Caring Membentuk Tenaga Kesehatan yang Bermartabat
Nilai caring menjadi salah satu pesan penting yang RP. David sampaikan kepada mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa melihat pasien bukan sekadar dari penyakit yang mereka alami, tetapi sebagai manusia yang memiliki perasaan, kecemasan, harapan, dan kebutuhan untuk mendapatkan perhatian.
“Tenaga kesehatan harus mampu berkata: saya tidak hanya melihat sakitmu, tetapi melihatmu sebagai manusia. Caring hadir ketika orang lain membutuhkan. Kompetensi tambah karakter sama dengan tenaga kesehatan yang bermartabat,” tegasnya.
Pesan tersebut memperluas makna pendidikan kesehatan. Mahasiswa tidak hanya membangun kompetensi melalui proses akademik, tetapi juga belajar membangun kepekaan terhadap sesama.
RP. David menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan karakter dalam membentuk calon tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan harus melahirkan mahasiswa yang berkarakter, disiplin, dan berkompeten,” tekannya.
PKKMB Menjadi Titik Awal Perubahan Diri
PKKMB FIKes 2026 juga mengajak mahasiswa melihat keberhasilan pendidikan secara lebih luas. RP. David mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menjalani pendidikan tinggi.
Ia mengajak mahasiswa terus merefleksikan pribadi seperti apa yang sedang mereka bentuk melalui proses pendidikan.
“Tanyakan manusia seperti apa yang sedang saya bentuk dalam diri saya, bukan hanya nilai di atas kertas,” katanya.
Karena itu, RP.David berharap mahasiswa menjadikan PKKMB sebagai momentum untuk memulai perubahan diri.
“PKKMB ini jangan hanya dipandang sebagai kegiatan mengenal kampus. Hadirkan PKKMB sebagai titik awal perubahan diri,” ajaknya.
Pesan tersebut memberi arah bagi mahasiswa baru untuk memandang kehidupan kampus sebagai ruang bertumbuh. Mereka tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter yang akan menentukan kualitas mereka ketika memasuki dunia pelayanan kesehatan.
Tiga Komitmen Menjemput Masa Depan
Di hadapan 535 mahasiswa baru, RP. David mengajak mahasiswa menanamkan tiga komitmen sebagai bekal menjalani kehidupan perkuliahan.
“Saya siap belajar dengan sungguh-sungguh. Saya mau menjadi mahasiswa yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya mau menjadi manusia yang peduli terhadap sesama,” tutupnya.