BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Polemik kebutuhan akses putar balik di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), kembali mendapat kepastian target.
Satu U-turn di kawasan tersebut dijanjikan mulai dibuka pada pekan kedua Oktober 2026.
Target itu disampaikan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan setelah tuntutan masyarakat terkait akses putar balik di Handil Bakti kembali mengemuka di DPRD Kalsel, Selasa (1/9/2026).
Kepala BPJN Kalsel, Yonathan Hendrik memastikan pembukaan satu titik U-Turn Handil Bakti tersebut telah menjadi kesepakatan dan ditargetkan terealisasi pada Oktober mendatang.
“Kami dari BPJN sudah menyepakati. Sesuai kesepakatan terakhir, kami akan membuka satu U-turn di Handil Bakti. Target kami minggu kedua Oktober sudah dibuka,” ujarnya.
Realisasi pembukaan U-turn ini menjadi sorotan karena persoalan akses putar balik di Handil Bakti bukan kali pertama dibahas. Sebelumnya, telah ada kesepakatan terkait solusi atas keluhan masyarakat, namun persoalan tersebut kembali mencuat hingga membutuhkan pembahasan lanjutan.
Baca juga: Warga Mantuil Banjarmasin Sudah Bisa Lewati Saka Harang, Finishing Jembatan Darurat Dikebut
Baca juga: Terduga Pelaku Pembakaran Toko Spare Part di Jalan Pramuka Banjarmasin Ditangkap, Kerugian Rp1 M
Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri mengingatkan agar target terbaru tersebut tidak kembali berhenti pada kesepakatan.
Ia menyebut, kesepakatan mengenai persoalan U-turn Handil Bakti sebelumnya bahkan telah dibuat dan ditandatangani dengan melibatkan pimpinan DPRD Kalsel.
“Mudah-mudahan apa yang disepakati hari ini jangan menjadi kesepakatan lagi yang ketiga, karena yang pertama itu sudah ada kesepakatan dan ditandatangani dan dihadiri oleh Ketua DPRD,” tegasnya.
Kebutuhan pembukaan U-turn di Handil Bakti selama ini menjadi keluhan masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga di sepanjang Jalan Trans Kalimantan.
Persoalan akses putar balik juga tidak hanya menyangkut kenyamanan perjalanan. Jarak titik putar balik yang dianggap tidak sesuai kebutuhan warga berpotensi mendorong pengendara mencari jalur alternatif atau melakukan manuver di lokasi yang tidak semestinya.
Pembukaan satu U-turn baru di Handil Bakti diharapkan dapat menjadi solusi tanpa mengabaikan aspek keselamatan lalu lintas di jalur nasional tersebut.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)