Pengakuan Sopir Pengangkut Mayat dalam Kardus, Tegar Cium Aroma Tak Sedap
M.Risman Noor September 02, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelaku pembuang mayat di Bandung sudah ditangkap polisi.

Sebelumnya, ternyata pelaku sempat meminta pengiriman barang menggunakan mobil.

Sopir Lalamove, Tegar mengakui awal mula tidak curiga mengenai kardus tersebut.

Namun saat di perjalanan dirinya mengaku mencium aroma tak sedap.

Tegar pun menyuruh pelaku membongkar isi kardus. Namun pelaku tak mau dan mengatakan kalau isi kardus berisi besi.

Baca juga: Terduga Pelaku Pembakaran Toko Sparepart di Jalan Pramuka Banjarmasin Ditangkap, Kerugian Rp1 Miliar

Baca juga: Warga Mantuil Banjarmasin Sudah Bisa Lewati Saka Harang, Finishing Jembatan Darurat Dikebut

Sopir Lalamove, Tegar menyampaikan kronologis saat dia mendapat pesanan pengiriman dus berukuran besar ke wilayah Caringin, Kopo, kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026) oleh terduga pelaku berinisial SDP hingga menghebohkan warga Babakan Ciparay dan pengguna jalan.

Tegar mengaku sempat curiga ketika membantu mengangkat bungkusan dus besar itu ke atas mobil pikapnya.

"Saya katakan ke si pelaku, ini berat. Lalu, si pelaku justru meminta tolong bantu angkat. Saya juga katakan lagi, itu kan ada troli, jadi dorong saja dan dekatkan ke mobil"

"Dia pun akhirnya membawa bungkusan itu pakai troli dekat dengan mobil dan saya pun sempat bantu naikkan bungkusan itu, namun saya baru merasa curiga karena tercium bau tak enak," katanya, Selasa (1/9/2026) malam di Mapolrestabes Bandung.

Sepanjang jalan dari wilayah Dunguscariang, Andir sampai ke Jalan Soekarno Hatta itu tercium bau tak sedap.

Tegar mengaku semakin curiga dan terus menanyakan ke pelaku guna memastikan bahwa bungkusan besar itu bukan jasad.

"Dia (pelaku) selalu menjawab dalam bungkusan itu besi dan baju-baju. Saya masih curiga dan terus menanyakan ke dia bahkan saya sampai meminta dia buka bungkusan itu. Tapi, dia ketakutan dan menolaknya," ucapnya.

Tegar semakin merasa curiga dan yakin bahwa dus besar itu adalah jasad.

Dia pun akhirnya memilih untuk membelokkan mobilnya ke Jalan Terusan Suryani sebelum dekat dengan traffic light Pasir Koja.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan di Warukin Tabalong Dibekuk Petugas Gabungan, Motif Sakit Hati

"Saya pun coba minta dia turun sebelum lampu merah Pasir Koja karena jalannya juga agak padat."

"Saya belokkan mobil ke Jalan Terusan Suryani, karena melihat banyak orang dan saya di sana teriak-teriak ke pelaku untuk turunkan dus besar itu. Sedangkan saya duduk bareng warga saja," katanya.

Si pelaku, lanjut Tegar, terlihat menurunkan dus berisi jasad itu sendirian dan kemudian Tegar menjauhkan mobilnya dari TKP sampai melihat ada petugas satpam di sekitar lokasi, guna meminta bantuan menghubungi kepolisian.

"Saya katakan ke satpam, pak tolong hubungi polisi, sepertinya orang itu membawa mayat. Si pelaku sempat mengelak bukan dia pelakunya."

"Saya pun kembali lagi ke wilayah Halte (Dunguscariang) dan katakan ke orang-orang di sana, kalau orang yang tadi membawa dus besar itu membawa mayat," ujarnya 

Pelaku dinilai Tegar merasa ketakutan setelah dia selalu menanyakan isi dus berukuran besar sepanjang jalan menuju Kopo wilayah Caringin yang biasa banyak travel.

"Si pelaku memesan itu inginnya diantar ke wilayah Kopo, Caringin. Tapi, saya merasa curiga terus karena bau yang menyengat sekali hingga memaksa si pelaku turunkan barang itu," katanya.

Kronologi Kejadian

Sosok mayat dalam kardus dibuang seorang pria di pinggir jalan.

Kejadian ini membuat heboh warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).

Sebelumnya seorang pria sempat dipergoki warga membuang kardus tersebut.

Gerak-geriknya mencurigakan namun akhirnya pria tersebut melarikan diri.

Diketahui mayat yang didapati dalam kardus itu berjenis kelamin perempuan.

Lokasi temuan mayat ada di dekat Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Terusan Suryani. 

Salah seorang warga melihat ada seseorang yang membuang kardus ukuran besar yang diduga di dalamnya jasad.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sontak, kejadian ini menyita perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, sehingga arus lalu lintas agak melambat.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP. Tim Inafis Polrestabes Bandung pun sudah ada di lokasi. 

Mukhtar (45) warga setempat mengaku melihat langsung saat mayat diletakkan di samping Jalan Terusan Suryani. Dia menyebut mayat itu diletakkan oleh seorang pria.

"Tadi lagi digelinding-gelindingin jadi saya curiga terus didatangi," katanya.

Awalnya, kata Mukhtar, dia tak mengetahui apa yang ada di balik kardus itu. Namun, setelah diamati, terlihat tangan yang menonjol keluar dari kardus.

"Saya sempat kaget dan langsung melaporkan temuan ini ke aparat kewilayahan setempat. Pria yang meletakkan mayat lalu kabur. Kalau mayatnya diduga cewek tadi dari tangannya. Saya laporan, tapi dia udah gak ada," ujarnya.

Geger Kematian Pemilik Salon

Garis polisi masih terpampang di satu rumah yang juga ditengara salon Iyung di Jalan Sukaramai, Kelurahan Jawa RT 02, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (1/9/2026).

"Infonya, korbannya itu ya pemilik salon sudah berumur sekitar 70 tahunan. Untuk kejadian persisnya seperti apa saya kurang tau," kata Farid warga sekitar, Selasa (1/9/2026).

Dari penjelasan dia, perempuan yang sudah berusia sekitar 70 tahunan itu sudah lama di situ. 

"Tadi malam ditemukan meninggal di dalam rumahnya," kata dia.

Dari keterangan warga, korban berinisial WMJ. Dia ditemukan tewas di dalam rumahnya bersimbah darah.

Kabupaten Banjar, digemparkan dengan penemuan seorang wanita paruh baya berinisial WMJ (70) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (31/8/2026) malam.

Dicurigasi warga, jika ada barang barang yang didiga hilang. Sehingga muncul dugaan adanya pembunuhan dan juga sekaligus pencurian dan kekerasan.

"Ya, info sementara bukan hanya temuan mayat, namun juga pencurian dan pemberatan," kata Kasi humas Polres Banjar, AKP Alfian Noor. (banjarmasinpost.co.id/tribunjabar.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.