TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Misteri mayat laki-laki bertato - yang ditemukan mengapung di sodetan Kali Code, Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman pada Selasa (1/9/2026) - akhirnya menemui titik terang.
Polisi berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan dengan kondisi luka lecet di telinga ini.
Berdasarkan pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis Polresta Sleman, korban diketahui berinisial RS (40), warga Medari, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jateng.
Kapolsek Mlati, Polresta Sleman, Kompol Edi Mulyono mengatakan, sebelum ditemukan meninggal di aliran Kali Code, korban meninggalkan rumah di Temanggung sejak sepekan lalu.
Sayangnya, aktivitas korban di Daerah Istimewa Yogyakarta belum diketahui karena kepergiannya tanpa pamit kepada istrinya.
Setelah seminggu pergi dari rumah, tubuh korban ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Code.
"Jadi, dia memang seminggu yang lalu itu pergi, enggak pamit sama istrinya sih. Cuman ya tiba-tiba sudah ditemukan di situ (kali code). Cuman memang tidak ditemukan adanya kekerasan atau yang lain," kata Edi, dikonfirmasi Rabu (2/9/2026).
Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan tim medis, kata Edi, perkiraan waktu kematian korban berkisar antara lebih dari 24 jam hingga kurang dari 48 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti penyebab korban ditemukan meninggal mengapung di sungai. Apakah akibat terpeleset, faktor kesehatan atau terbawa arus dari bagian hulu.
"Nah, itu. Yang itu kita belum bisa mengidentifikasi apa jatuhnya itu, apakah kepleset atau bagaimana ya, apakah itu keli (terbawa arus) dari atas, belum tau," ujarnya.
Setelah proses identifikasi selesai dan dikonfirmasi ke pihak Keluarga, pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarganya di Temanggung. Menurut Edi, pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, setelah berhasil mengidentifikasi identitas korban, pihak Kepolisian langsung mengonfirmasi temuan meninggalnya korban kepada keluarganya di Temanggung. Berdasarkan identitas yang dimiliki, pekerjaan korban adalah sebagai pedagang.
"Korban sudah meninggalkan rumah sejak seminggu lalu dan tidak ditemukan tanda kekerasan ditubuh korban," kata Argo.(*)