TRIBUNJOGJA.COM – Lionel Messi secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Tim Nasional (Timnas) Argentina pada Selasa (1/9/2026).
Keputusan yang mengakhiri 20 tahun perjalanan luar biasanya bersama La Albiceleste ini disampaikan langsung oleh Messi melalui sebuah surat terbuka kepada publik di akun Instagram resminya @leomessi.
Dikutip dari unggahan di akun Instagram pribadinya, Messi mengungkapkan bahwa keputusannya diambil melalui pertimbangan panjang seusai berlaga di final piala dunia 2026 lalu.
"Itu adalah keputusan yang menyakitkan dan hingga kini pun masih terasa menyakitkan di lubuk hati terdalam. Namun saya sadar bahwa waktunya telah tiba. Saya bersumpah bahwa saya selalu mengerahkan segalanya," tulis Messi dalam suratnya.
Bintang sepak bola dunia ini juga menegaskan bahwa setelah memberikan segalanya selama dua dekade demi membuat rakyat Argentina bangga, ia merasa sudah saatnya untuk memberi ruang bagi talenta-talenta muda yang kini bermunculan dan layak mendapat tempat.
Perjalanan karier kapten Argentina ini memang penuh dengan rekam jejak bersejarah. Dilansir dari Goal, legenda hidup sepak bola ini setidaknya telah memperbarui cara bermainnya sebanyak lima kali. Mulai dari masa keemasannya ketika berseragam Barcelona, merantau ke klub Prancis PSG, hingga bermain untuk Inter Miami di kancah domestik.
Puncak dari dedikasi panjangnya tersebut adalah ketika ia mengantar timnas meraih kemenangan bersejarah dan memenangkan trofi Piala Dunia.
Sepak terjangnya di panggung internasional jelas meninggalkan deretan rekor dan warisan piala yang akan selalu dikenang oleh dunia. Dilansir dari Tribunnews, Messi telah sukses mempersembahkan gelar-gelar bergengsi bagi Argentina, yakni satu trofi Piala Dunia, dua kali gelar Copa America, serta kemenangan pada ajang Finalissima di tahun 2022.
Secara statistik, deretan rekor yang diukir Messi di tim nasional sangat mentereng dan kerap disandingkan dengan rival abadi generasinya.
Dikutip dari Tribunnews, Messi mencatatkan 125 gol serta 60 assist dari 207 penampilannya. Angka tersebut menempatkannya di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak timnas putra internasional setelah kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.
Dari seluruh gol yang tercipta untuk timnas, 111 diantaranya dilesatkan melalui kehebatan kaki kiri andalannya.
Selain itu, 12 gol lahir dari tendangan bebas, dan 25 gol lainnya dieksekusi sempurna melalui titik putih penalti.
Sepanjang membela negaranya, rekam jejak pesepakbola yang profil atletnya turut diabadikan di Olympics ini juga mencakup torehan 11 hattrick. Momen hattrick terakhirnya dicetak pada pertandingan perdana ajang Piala Dunia 2026 lalu.
Di penghujung karier internasionalnya, sang pemenang delapan Ballon d'Or itu mengaku pergi dengan ketenangan dan rasa bangga.
"Saya pergi dengan hati yang tenang dan rasa bangga karena telah memberikan kalian, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang dulu hanya sebatas impian. Sungguh pengalaman luar biasa bisa menjalani semua ini bersama kalian. Saya mencintai kalian," tutup Messi dalam suratnya.
(MG Fuza Nihayatul Chusna)