EWS Sungai di Kota Yogya Mulai Diujicoba
Yoseph Hary W September 02, 2026 02:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Sirine peringatan dini dari Early Warning System (EWS) di sejumlah aliran sungai di Kota Yogyakarta meraung-raung pada Rabu (2/9/26) pagi.

Raungan sirine selama beberapa saat sontak mengundang tanya dari warga bantaran kali, mengingat hujan deras yang jadi biang naiknya air sungai ke permukiman, sudah cukup lama tak singgah.

Benar saja, EWS sebagai peringatan dini potensi banjir kali ini sengaja dibunyikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta untuk uji coba.

Kesiapsiagakan masyarakat bantaran sungai

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menuturkan, langkah tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan peralatan, sekaligus membangun kesiapsiagaan masyarakat di bantaran sungai dalam menghadapi datangnya musim penghujan.

​"Pertama, menguji peralatan EWS, apakah berbunyi atau tidak, apakah dalam keadaan fit dan siaga. Kedua, kita sosialisasikan terkait rambu-rambu peringatan dini EWS, mulai dari status waspada, siaga, awas, hingga status uji coba," ujarnya, di sela kegiatan.

35 EWS di 3 sungai besar

Sebagai informasi, BPBD menyiagakan total 35 unit EWS yang terpasang di sepanjang tiga aliran sungai besar yang melintasi Kota Yogyakarta, yakni Sungai Winongo, Code, dan Gajahwong. 

Selain itu, terdapat satu unit early warning system tambahan yang ditempatkan di kawasan Ngentak untuk memantau kondisi air dari sisi hulu.

​Nur Hidayat menegaskan, pemahaman masyarakat terhadap intonasi atau nada sirine sangat krusial, karena setiap tingkatan status membawa instruksi tindakan yang berbeda untuk keselamatan warga.

​"Ketika status awas, warga masyarakat sudah harus evakuasi menjauh dari pinggiran sungai. Sementara, saat siaga, warga mempersiapkan diri, mengamankan dokumen penting, dan menentukan titik kumpul," jelasnya.

​Alhasil, kegiatan sosialisasi dan pengujian EWS pun melibatkan jajaran Komisi C DPRD Kota Yogyakarta serta personel Kampung Tangguh Bencana (KTB) di masing-masing wilayah.

​Menurut Nur Hidayat, keberadaan EWS merupakan instrumen vital dalam mitigasi bencana, terutama untuk meminimalisasi risiko korban jiwa saat luapan air atau lahar hujan menerjang.

​"Dalam kebencanaan, peringatan dini itu adalah alat nomor satu dalam menyelamatkan diri. Kami mohon peralatan ini juga ikut dirawat bersama dan dipahami penggunaannya oleh masyarakat," tambahnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.