SURYA.CO.ID KEDIRI - Jari pelajar SMA Negeri 1 Papar Kabupaten Kediri, Alifian (17), membengkak hingga cincin di jarinya sulit dilepas. Ia kemudian meminta bantuan petugas Damkar Pos Pare untuk memotong cincin tersebut secara hati-hati pada Selasa (1/9/2026) sore.
Pembengkakan membuat cincin yang dikenakan Alifian semakin sulit dilepaskan. Kondisi itu mendorong pelajar tersebut mendatangi Kantor Damkar Pos Pare untuk mendapatkan pertolongan agar cincin bisa dilepas tanpa memperburuk kondisi jarinya.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan Alifian datang ke Pos Damkar Pare karena cincin yang dikenakannya sudah tidak dapat dilepas akibat jari yang membengkak.
"Yang bersangkutan datang ke Pos Damkar Pare untuk meminta bantuan melepas cincin karena jarinya sudah mengalami pembengkakan," kata Kaleb saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026) pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Iseng Pakai Mur Baja Jadi Cincin, Santri di Ponorogo Alami Jari Bengkak: Damkar Butuh 3 Jam Evakuasi
Petugas Damkar kemudian melakukan evakuasi cincin dengan menggunakan mini grinder. Cincin dipotong agar dapat dilepaskan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada jari yang mengalami pembengkakan.
Penanganan dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur operasional standar untuk mencegah jari Alifian mengalami cedera lebih lanjut selama proses pelepasan cincin.
Proses evakuasi berlangsung sekitar enam menit. Petugas mulai melakukan penanganan pada pukul 15.57 WIB dan berhasil menyelesaikannya pada pukul 16.03 WIB.
Kaleb menjelaskan, petugas memilih metode pemotongan cincin dengan mini grinder untuk memudahkan proses pelepasan sekaligus tetap memperhatikan keselamatan jari pelajar tersebut.
"Proses evakuasi dilakukan dengan cara memotong cincin menggunakan mini grinder. Petugas melakukannya secara hati-hati agar jari yang mengalami pembengkakan tidak semakin mengalami cedera," jelasnya.
Baca juga: Sakit Perut Anak Tak Kunjung Reda, IDAI : Kenali Tanda Usus Buntu
Setelah cincin berhasil dipotong, jari Alifian dapat terbebas dengan aman. Proses evakuasi pun berjalan lancar.
Kaleb menyebut, dalam kejadian tersebut pelajar mengalami luka ringan. Tidak ada korban yang mengalami luka berat maupun meninggal dunia.
"Evakuasi berhasil dilakukan dengan aman dan lancar sesuai SOP. Korban hanya mengalami luka ringan," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak memaksakan diri melepas cincin ketika jari mulai mengalami pembengkakan. Jika cincin semakin sulit dilepas dan kondisi jari terus membesar, masyarakat dapat meminta bantuan petugas untuk mendapatkan penanganan yang aman.
"Evakuasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan korban selama proses pelepasan cincin," tandasnya.