TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Klub PSIS Semarang bersama sejumlah peserta Championship 2026/2027 akan mengawali kompetisi dengan kondisi minus poin.
Sanksi pengurangan poin ini diberikan sebagai konsekuensi dari persoalan pemenuhan lisensi klub (club licensing) peserta liga.
Pengurangan poin menjadi bagian dari penegakan regulasi lisensi yang harus dipenuhi klub sebelum mengikuti kompetisi.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah kondisi dan tata kelola keuangan klub.
Anggota Exco PSSI Muhammad mengatakan, persoalan finansial menjadi salah satu faktor dominan yang membuat sejumlah klub tidak memenuhi persyaratan lisensi.
"Rata-rata finansial. Catatan keuangannya tidak rapi dan harus diaudit oleh auditor swasta," kata Muhammad di Solo, akhir pekan lalu.
Baca juga: Pelatih Widodo Ingin PSIS Jajal Stadion Jatidiri sebelum Mulai Kompetisi
Menurutnya, klub tidak dapat melakukan audit secara mandiri terhadap laporan keuangan jika ingin memenuhi persyaratan lisensi.
"Kalau diaudit sendiri, ya tidak kita loloskan. Rata-rata yang tidak lolos itu tidak diaudit," ujarnya.
Muhammad menjelaskan, penerapan lisensi klub tidak semata-mata dibuat oleh PSSI.
Regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya penertiban administrasi klub dan merupakan turunan dari standar yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
"Ini kan kita mau tertib administrasi juga. Karena licensing itu bukan buatan kita juga. Regulasi ini turunan dari AFC," jelasnya.
Secara umum, persyaratan club licensing mencakup lima aspek utama, yakni olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, hukum, serta keuangan.
Pada aspek keuangan, klub diwajibkan memiliki laporan keuangan yang transparan dan kredibel, termasuk laporan tahunan yang telah diaudit.
Klub juga dituntut tidak memiliki tunggakan gaji pemain maupun ofisial, serta kewajiban finansial lain.
Sementara, pada aspek olahraga, klub harus memiliki program pembinaan pemain usia muda dan akademi yang berjalan secara berkelanjutan.
Dari sisi infrastruktur, klub wajib memiliki stadion yang memenuhi standar kelayakan kompetisi serta memenuhi ketentuan terkait stadion kandang yang didaftarkan.
Baca juga: Gelandang PSIS Semarang Syahrian Abimanyu Bocorkan Kondisi Tim 2 Pekan Jelang Bergulirnya Kompetisi
Aspek personel dan administrasi mengatur keberadaan staf pelatih dengan kualifikasi sesuai standar, tenaga medis, serta manajemen klub yang memenuhi ketentuan.
Adapun dari sisi hukum, klub harus memiliki badan hukum yang sah, struktur kepemilikan yang jelas, serta mematuhi regulasi disiplin dan etika yang berlaku.
Penerapan persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub sekaligus memastikan peserta kompetisi memiliki fondasi administrasi, finansial, dan olahraga yang memadai.
Satu di antara tim yang terkena pengurangan poin yakni PSIS Semarang.
Tim kebanggan masyarakat Kota Semarang tersebut harus memulai kompetisi dengan minus satu poin.
Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang, Fariz Julinar membenarkan pengurangan poin tersebut.
Menurutnya, sanksi itu berkaitan dengan persyaratan lisensi klub.
"Untuk pengurangan poin, kita memang betul karena terkendala persyaratan club licensing," kata Fariz, terpisah.
Fariz mengatakan, setiap klub memiliki persoalan dan kekurangan yang berbeda dalam memenuhi persyaratan lisensi.
Baca juga: Ditahan Imbang Klub Liga 3 Nusantara Gresik United, Pelatih PSIS Widodo C Putro Puji Fisik Pemain
Karena itu, ia tidak mengetahui secara pasti faktor yang membuat klub lain mendapatkan sanksi pengurangan poin.
"Untuk beda-beda saya tidak paham karena masing-masing klub ada beberapa kekurangannya masing-masing," ujarnya.
Meski harus mengawali kompetisi dengan modal minus satu poin, PSIS memilih fokus menjalani musim dan memperbaiki berbagai aspek pengelolaan klub.
Manajemen PSIS, kata Fariz, berkomitmen melakukan pembenahan agar persoalan pemenuhan lisensi klub tidak kembali terjadi pada musim berikutnya.
"Manajemen akan memperbaiki untuk musim depan segala aspek club licensing," tegasnya.
"Untuk musim ini, kita hanya bisa menjalani dan berjuang dengan pengurangan poin tersebut," imbuh Fariz. (*)