Sindikat Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Jakarta Barat Diringkus, 53 Kartu Disita
Eko Sutriyanto September 02, 2026 03:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sindikat pencurian uang dengan modus mengganjal slot kartu ATM menggunakan tusuk gigi dibongkar jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

Polisi menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Keempatnya berinisial FR, AP, AF, dan TH.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 53 kartu ATM palsu yang diduga digunakan untuk menukar kartu milik korban.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan aksi para pelaku dilakukan secara terorganisir dengan pembagian tugas masing-masing.

“Pencurian di sini bukan pencurian manual atau konvensional, melainkan pencurian dengan modus ganjal ATM. Pelaku mengganjal tempat masuknya kartu ATM menggunakan tusuk gigi, lalu menunggu korban datang,” ujar Nasriadi dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Nasriadi menjelaskan, pelaku terlebih dahulu mengganjal atau merusak bagian lubang tempat kartu ATM dimasukkan.

Setelah itu, mereka tidak langsung mengambil uang.

Pelaku justru menunggu calon korban datang dan mengalami kesulitan saat memasukkan kartu ke mesin ATM.

Baca juga: Satu Keluarga Gagal Bobol ATM di Minimarket, Ibu dan Anaknya Diringkus, Ayah Tiri Kini DPO

Ketika korban mulai kebingungan, salah satu anggota sindikat kemudian mendekat dan berpura-pura menawarkan bantuan.

Di sinilah modus utama dijalankan.

Korban yang mengira mendapat bantuan kemudian menyerahkan kartu ATM kepada pelaku.

“Setelah si korban meminta bantuan, korban memberikan ATM aslinya kepada pelaku. Secara cepat, pelaku mengganti ATM asli milik korban dengan ATM palsu,” kata Nasriadi.

Korban kemudian dibuat percaya bahwa kartu yang dikembalikan merupakan kartu miliknya.

PIN Korban Ikut Diintip

Modus tersebut tidak berhenti pada pertukaran kartu.

Anggota sindikat lainnya bertugas mengamati atau mengintip PIN korban ketika korban mencoba kembali melakukan transaksi menggunakan kartu yang sudah ditukar.

Dengan cara itu, pelaku mendapatkan dua hal sekaligus, yakni kartu ATM asli dan PIN korban.

Setelah informasi tersebut diperoleh, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.

Kartu ATM korban selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan transaksi atau menarik uang di lokasi lain.

Pembagian tugas tersebut membuat korban sering kali baru menyadari dirinya menjadi sasaran kejahatan setelah meninggalkan mesin ATM.

Baca juga: HP Seorang Pria di Bekasi Raib di Atas Mesin ATM Usai Ambil Uang

Polisi Sita 53 Kartu ATM Palsu

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pengungkapan kasus tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain 53 kartu ATM palsu dari berbagai bank, dua buah tusuk gigi, amplas, telepon seluler, serta KTP milik para tersangka.

Puluhan kartu tersebut menjadi salah satu barang bukti yang menunjukkan adanya persiapan sebelum para pelaku menjalankan aksinya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana jaringan tersebut beroperasi.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran serta kemungkinan keterlibatan anggota sindikat lainnya.

Waspada Saat Menggunakan ATM

Kasus ini menunjukkan bahwa modus kejahatan di mesin ATM tidak selalu dilakukan dengan cara membobol mesin atau mengambil uang secara langsung.

Pelaku memanfaatkan situasi ketika nasabah mengalami masalah saat menggunakan mesin ATM.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal ketika kartu ATM tiba-tiba tidak dapat masuk atau tertahan di mesin.

Polisi kini masih mendalami jaringan sindikat tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain dan lokasi aksi yang belum terungkap.

Penelusuran transaksi perbankan juga menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah kartu-kartu korban telah digunakan untuk menguras saldo dan berapa besar kerugian yang ditimbulkan.

Bagi masyarakat, langkah paling penting setelah kartu ATM tertukar atau diduga telah diketahui orang lain adalah segera memblokir kartu melalui layanan resmi bank dan mengamankan rekening.

Pengungkapan jaringan ini diharapkan tidak hanya menghentikan aksi empat tersangka, tetapi juga mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas di balik modus ganjal ATM tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.