Tokoh Garis Keras Iran Serukan Serangan Pendahuluan ke Pangkalan Militer AS di Teluk
Ansari Hasyim September 02, 2026 03:37 PM

 

SERAMBINEW.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Seorang politikus ultrakonservatif Iran menyerukan agar Teheran melancarkan serangan pendahuluan terhadap fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Seruan tersebut disampaikan anggota parlemen Iran, Mahmoud Nabavian, melalui unggahan di platform X, Selasa.

Nabavian menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Iran untuk mengambil langkah ofensif. Menurutnya, Amerika Serikat tengah menghadapi sejumlah tekanan yang dapat membatasi kemampuannya mempertahankan konfrontasi dengan Iran.

Ia mengklaim Washington sedang berupaya meredakan ketegangan karena persediaan amunisi yang menipis, tingginya harga bahan bakar, serta semakin dekatnya pemilihan anggota Kongres Amerika Serikat.

Baca juga: Balas Serangan Pesta Pernikahan, Iran Hantam Barak Marinir AS di Yordania

"Ini adalah waktu terbaik untuk melakukan serangan pendahuluan terhadap kepentingan Amerika di kawasan, guna memaksa musuh mundur dan mematahkan blokade," tulis Nabavian.

Ia memperingatkan, kegagalan Iran memanfaatkan momentum tersebut justru akan bertentangan dengan kepentingan nasional negara itu.

Nabavian dikenal sebagai salah satu suara berpengaruh di kalangan kelompok garis keras dan fundamentalis Iran. Kelompok konservatif garis keras di Iran selama ini skeptis terhadap perundingan dengan Washington dan cenderung mendorong pendekatan konfrontatif.

Seruan tersebut muncul ketika konflik Iran-AS yang telah berlangsung sekitar enam bulan memasuki kebuntuan. Ketegangan bahkan kembali meningkat di kawasan Teluk pada akhir pekan, setelah kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sekitar satu bulan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump kembali menggunakan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Pemerintahannya menjanjikan sanksi terhadap negara-negara yang tetap melakukan bisnis dengan Iran sebagai bagian dari upaya memaksa Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington.

Namun, tekanan tersebut justru berhadapan dengan sikap keras kelompok konservatif Iran. Bagi kalangan garis keras, negosiasi dengan Amerika Serikat dipandang bukan sebagai jalan keluar, melainkan sebagai bentuk tekanan yang harus dilawan.

Seruan serangan pendahuluan dari Nabavian pun berpotensi semakin mempersempit ruang diplomasi dan meningkatkan risiko konfrontasi militer baru di kawasan Teluk.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.