Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Rabu 2 September 2026 Siang Ini
Muhammad Fatoni September 02, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 24 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-16 mm dan lama gempa 34.99-128.87 detik.

Selain itu, tercatat pula 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 11-37 mm, S-P 0.5-0.8 detik dan lama gempa 11.52-20.91 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2-33 mm, dan lama gempa 5.06-13.89 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Rabu (2/9/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas. Asap kawah nihil.

Cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 22°C. Kelembaban 75 persen. Tekanan udara 876.2 mmHg.

Baca juga: Sleman Siaga Erupsi Merapi, Antisipasi Potensi Kebakaran Kawasan Lereng

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.