Ini Menu MBG yang Buat 566 Siswa dan Santri di Sidoarjo Keracunan, Kepala SPPG: Mohon Maaf Ya
Rr Dewi Kartika H September 02, 2026 04:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Rabu (2/9/2026) siang, menjadi 566 orang. 

Kasus ini tidak hanya menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Putat Tanggulangin, tetapi juga meluas dan berdampak pada siswa dari 19 sekolah lain di wilayah tersebut. 

Menu MBG itu terdiri dari nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengonfirmasi adanya lonjakan angka korban setelah sejumlah pasien yang sebelumnya bertahan di posko lapangan Ponpes Manba’ul Hikam harus dirujuk ke rumah sakit. 

"Total jumlah 531 kalau enggak salah. Tapi barusan ada tambahan 35 (yang dirujuk ke rumah sakit), jadi total 566 lah," kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, Rabu (2/9/2026).

Dari total 566 korban terdampak, sebanyak 88 orang di antaranya saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit terdekat. 

Petugas medis terpaksa mengevaluasi puluhan santri yang sebelumnya dirawat di lokasi kejadian. 

"Yang kemarin kita pertahankan untuk di masjid sebagai apa lapangan, itu ternyata memang harus kami evakuasi ke rumah sakit kurang lebih ada 35," jelas Lakhsmie.

Sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan para korban antara lain RSUD R.T. Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, hingga RS Arafah Anwar Medika. 

Meski jumlah korban yang dirawat cukup banyak, Dinkes Sidoarjo memastikan kondisi para pasien tergolong stabil dan tidak ada yang membutuhkan perawatan khusus. 

"Secara umum yang opname stabil. Secara umum stabil, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus enggak ada," tambah Lakhsmie. 

Sementara itu, sekitar 470 korban lainnya telah dipulangkan atau menjalani rawat jalan setelah kondisinya dinyatakan mulai membaik. 

Kendati demikian, tim medis tetap melakukan pemantauan berkala terhadap para siswa dari 19 sekolah serta para santri yang sudah berada di rumah. 

"Ya, tentunya kalau misalnya memang dirasa perlu masih ada keluhan, ya kontrol. Kalau tidak, dengan obat yang sudah diberikan cukup, ya cukup, selesai," pungkasnya.

Kepala SPPG Minta Maaf

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rafli Ridho meminta maaf atas insiden dugaan keracunan menu MBG.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Rafli mengatakan, pihaknya mengolah menu MBG sejak pukul 05.30 WIB. 

Kemudian, disalurkan ke penerima pukul 11.00 WIB. 

Makanan tersebut hanya tahan hingga 4 jam. 

Sebelum dikonsumsi oleh penerima MBG, makanan akan diuji penilaian terlebih dahulu oleh PIC pihak sekolah untuk menentukan kualitas produk. 

“Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya tidak tahu,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.