TRIBUNJAKARTA.COM, SOLO - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026) pagi.
Sebuah truk crane bernopol AD-9886-EE bertuliskan 'Mbah Wiryo' menabrak empat sepeda motor yang melaju di depannya. Enam orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.25 WIB, tepatnya di depan Bengkel Cakra Motor Sport, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.
Truk crane tersebut dikemudikan Carilah (50), warga Kabupaten Purworejo, dengan membawa kernet bernama Ardian (21), yang juga berasal dari Purworejo.
Berdasarkan pemeriksaan awal, truk crane melaju dari arah utara menuju selatan. Saat itu, terdapat empat sepeda motor di depannya yang bergerak searah.
Kecelakaan diduga terjadi setelah sistem pengereman truk crane mengalami gangguan. Pengemudi disebut tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga akhirnya menghantam empat sepeda motor sekaligus.
"Truk crane yang berada di belakang diduga mengalami rem blong. Pengemudi tidak dapat menguasai laju kendaraannya hingga kemudian membentur empat sepeda motor yang berada di depannya secara bersamaan," terang Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Dhayita Daneswari dikutip TribunSolo.
Empat sepeda motor yang terlibat yakni Honda Beat Street AD-4788-AS, Honda Kharisma AD-4729-JH, Yamaha Jupiter MX AD-6023-ASE, serta Yamaha Mio Soul AD-4132-IH.
Enam orang mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, untuk mendapatkan perawatan.
Mereka yakni Maria Rosita (27), Iswara (4), Giok Kim (60), Kenzo (9), Widawati (31), dan Tutut (20).
Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp3 juta.
Usai kejadian, sopir dan kernet truk crane diamankan untuk menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo.
"Lagi dimintai keterangan mako sat lantas," kata Dhayita.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Dhayita juga mengimbau para pengemudi agar selalu memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum digunakan.
"Masyarakat dan para pengemudi kami imbau agar selalu melakukan pengecekan kondisi kendaraan sebelum digunakan. Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan agar keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya tetap terjaga," pungkasnya.