Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 55 kepala keluarga (KK) di Jalan Taman Lagura, RT 01/RW 04, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, terdampak penutupan akses jalan yang telah berlangsung selama hampir dua bulan.

Salah seorang warga, Jack (55), mengatakan akses yang ditutup sebelumnya digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, termasuk menuju rumah ibadah dan akses kendaraan warga.

"Yang ditutup tersebut adalah jalan umum warga, akses jalan tersebut sudah lama digunakan masyarakat sekitar," kata Jack dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Jack, warga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia mengatakan penutupan akses tersebut berdampak pada aktivitas warga karena masyarakat harus menggunakan jalur alternatif yang lebih sempit untuk keluar-masuk kawasan.

"Jalanan ada, tapi sangat sempit, hanya muat satu motor. Ini sangat merugikan warga sekitar," ujarnya.

Jack juga menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena terdapat masjid serta kendaraan warga dan satu ambulans di kawasan yang terdampak akses jalan.

Sementara itu, Lurah Cempaka Putih Timur Hening Nugrahani mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi dan membahas persoalan tersebut dalam rapat bersama pihak terkait.

"Kalau yang menutup jalan itu katanya memiliki legalitas atas tanah tersebut. Penutupan jalan terjadi pada akhir Juli, yang sebelumnya akses jalan tersebut masih bisa dilewati masyarakat," kata Hening.

Hening mengatakan pihak kelurahan terus melakukan koordinasi terkait persoalan tersebut untuk mencari penyelesaian atas akses jalan yang terdampak.

Sebagaimana diketahui, persoalan penutupan akses jalan juga sebelumnya terjadi di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

Saat itu, warga mempertanyakan keberadaan tiang pancang portal yang muncul di Jalan Indramayu, RT 01/RW 05, Menteng.