dari jumlah guru 4.432 orang itu terdiri dari guru PNS 1.937 orang, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.523 orang dan PPPK Paruh Waktu sebanyak 972 orang.
Situbondo (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan hingga saat ini belum bisa melakukan distribusi guru secara proporsional karena jumlah guru yang tersedia belum ideal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo Sopan Efendi di Situbondo, Rabu, mengungkapkan kekurangan guru sebanyak 461 orang mulai dari jenjang TK, SD dan SMP.
"Jumlah guru di Situbondo per Agustus 2026 sebanyak 4.432 orang, sementara kebutuhannya 4.925 orang, jadi masih belum ideal," katanya.
Sopan merinci, dari jumlah guru 4.432 orang itu terdiri dari guru PNS 1.937 orang, guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.523 orang dan PPPK Paruh Waktu sebanyak 972 orang.
Menurutnya, di Kabupaten Situbondo sudah tidak ada lagi guru dengan status sukarelawan atau sukwan honorer, dan semuanya sudah berstatus Aparatur Sipil Negara, yakni PNS, PPPK dan PPPK Paruh Waktu.
Kekurangan guru di Situbondo, lanjut Sopan, didominasi oleh guru pendidikan agama Islam, dan yang tersedia sampai saat ini hanya 230 orang, sementara kebutuhan sebanyak 427 orang, termasuk juga guru olahraga yang dibutuhkan 425, namun yang tersedia hanya 285 orang.
Ia berharap kekurangan guru bisa segera terpenuhi melalui skema rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS oleh pemerintah pusat agar pihaknya bisa segera melakukan distribusi guru secara proporsional.
"Semoga ada rekrutmen CPNS oleh pemerintah pusat karena harapan kami hanya itu, untuk menambah jumlah guru," tutur Sopan.





