Pasar Murah Kabupaten Kediri Tahap 2 Tahun 2026 Digelar, Sasar Warga Kurang Mampu dan Lansia
faridmukarrom September 02, 2026 05:46 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar pasar murah tahap dua tahun 2026 sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan pasar murah Kabupaten Kediri ini sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi di tengah masyarakat.

Pasar murah yang diinisiasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) bersama TP PKK Kabupaten Kediri tersebut mulai digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, terutama warga kurang mampu dan lanjut usia (lansia).

Baca juga: Puluhan Petani Trenggalek Kendalikan Hama Sundep, Padi Disemprot Cairan Prevaton

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito melalui Ketua Pokja I Dyah Saktiana mengatakan, PKK turut mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan pasar murah.

"Utamanya masyarakat yang diperhatikan adalah warga yang kurang mampu dan lansia," jelasnya.

Pasar Murah Kediri Sediakan Beragam Kebutuhan Pokok
Dalam kegiatan pasar murah Kabupaten Kediri tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Sejumlah komoditas yang tersedia di antaranya telur, bawang merah, bawang putih, minyak goreng hingga berbagai produk olahan dari pelaku UMKM.

Selain menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk UMKM lokal kepada masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih rendah, tetapi juga berkesempatan mengenal dan memanfaatkan berbagai produk buatan pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kabupaten Kediri turut menyerahkan 200 paket suvenir yang berisi sejumlah produk pabrik dan UMKM.

Paket suvenir tersebut berisi abon lele, telur asin, beras, minyak goreng, sarden, dan kecap.

Produk-produk tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus dapat membantu memperluas pasar bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri.

Harga Sejumlah Komoditas Lebih Murah Rp 1.000-Rp 2.000
Pelaksanaan pasar murah juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri menjaga daya beli masyarakat.

Harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan pengeluaran yang lebih ringan.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Kediri Santoso mengatakan, sejumlah komoditas yang dijual dalam pasar murah memiliki selisih harga sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000 dibandingkan harga di pasaran.

"Ini harus terus kita laksanakan agar masyarakat bisa merasakan dan membeli dengan harga murah dan inflasi bisa dikendalikan," katanya.

Menurut Santoso, pasar murah tidak hanya berorientasi pada penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu instrumen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mengendalikan laju inflasi.

Pasar Murah Jadi Ruang Promosi Produk UMKM Kediri
Pasar murah tahap dua tahun 2026 dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TP PKK, pelaku usaha, dan UMKM.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi produk lokal untuk semakin dekat dengan konsumen.

Kehadiran produk UMKM dalam pasar murah juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Masyarakat pun tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga dapat mengenal beragam produk olahan lokal Kabupaten Kediri.

Pemkab Kediri berkomitmen melanjutkan kegiatan pasar murah di sejumlah wilayah sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu dan lansia.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan pergerakan harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan.

(Isya Anshori/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.