Penyebab Keracunan Makanan di Palupuh Agam Diselidiki, Dinkes dan BPOM Lakukan Investigasi
Rahmadi September 02, 2026 06:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa 334 warga di tiga nagari wilayah Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam membuat Dinas Kesehatan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar uji laboratorium guna mengungkap pemicu insiden.

Dugaan keracunan tersebut mulai terjadi pada Selasa (1/9/2026) kemarin. Namun pada Rabu (2/9/2026) jumlah korban terus bertambah.

Informasi terakhir korban keracunan di Palupuh, Kabupaten Agam, sudah mencapai sebanyak 334 orang.

Saat ini Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait MBG yang dikonsumsi tersebut.

"Benar adanya terkait dugaan keracunan, kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," ucap Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Ratusan Warga Palupuh Agam Diduga Keracunan Makanan, Siswa hingga Ibu Menyusui Terdampak

Pemeriksaan oleh kedua intansi tersebut kata Iqbal, untuk memastikan penyebab keracunan ratusan warga Palupuh.

"Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah kordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya," jelasnya.

Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengatakan bahwa MBG tersebut berasal dari satu dapur di Palupuh.

Nama dapur tersebut yakni Yayasan Affa Adicitta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam

"SPPGnya Yayasan Adicitta, hanya satu di Palupuh," tambahnya.

Baca juga: Proses Investasi Mobil dan Bus Listrik di Sumbar Sudah 80 Persen, Target Realisasi Rp12,85 Triliun

Tiga Nagari Terdampak Keracunan

334 orang warga diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari tiga nagari di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Kejadian ini bermula saat warga di Palupuh dilaporkan mengalami demam, pusing, mual, muntah hingga diare pada Selasa (1/9/2026) kemarin.

Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, mengatakan total nagari yang terdampak di kecamatannya mencapai tidak hanya satu, namun tiga.

"Nagari yang terdampak di Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Totalnya 334 orang," ucapnya, Rabu (2/9/2026).

Senada, Kepala SDN 08 Nan Limo, Jonnedi membenarkan terkait dugaan keracunan di daerahnya berasal dari tiga nagari.

Baca juga: Jepang Jadi Investor Terbesar di Sumbar, Tanam Modal Rp2,11 Triliun

Kata dia, para siswanya juga diduga keracunan pada Selasa (1/9/2026) sekira pukul 10.00 WIB lebih.

Siswanya mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah hingga diare dan langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh.

"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin (31/8/2026) lalu dan tidak ada kendala. Namun pada Selasa (1/9/2026) sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," sebutnya.

Kurang lebih kata dia pada Selasa kemarin, sebanyak 21 siswanya baru merasakan gelaja dugaan keracunan tersebut.

Kemudian jumlahnya bertambah pada hari ini, menjadi 54 siswa. Hingga kini, para siswa masih berobat di Puskesmas.

"Kalau yang dirawat tidak ada, cuma berobat saja ke puskesmas. Kalau kemarin ada 21 siswa, hari ini menjadi 54 orang," tambahnya.

Baca juga: Ratusan Orang di Palupuh Agam Keracunan Usai Santap Telur Puyuh hingga Tempe 

334 Orang Diduga Keracunan MBG

Total warga diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam mencapai 334 orang.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, jumlahnya pada Rabu (2/9/2026) terus membengkak hingga 334 orang.

Dari 334 orang tersebut, rincian datanya terdiri dari 274 dari siswa SD se Kecamatan Palupuh dan 19 orang guru SD.

"Kemudian 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan dua orang guru sekolah tersebut," ucapnya saat dikonfirmasi.

Saat ini, seluruh korban terdampak dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi.

Akan tetapi di sisi lain, ia belum bisa memastikan ratusan korban keracunan di Palupuh akibat mengonsumsi MBG.

Baca juga: Harga TBS Sawit Pasaman Barat Terbaru, Cek Selisih Mitra dan Non-Mitra

"Kita belum bisa memastikan karena mengonsumsi MBG, tapi 334 orang data yang kita himpun memang keracunan sejak kemarin," pungkasnya.

Gejala yang dialami oleh korban kata Nong Rianto juga beragam, mulai dari pusing, mual, muntah hingga diare.

Saat ini pihaknya sudah mengutus perangkat kecamatan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi korban.

"Ada yang mual, muntah, pusing hingga diare, kita sudah utus tim untuk meninjau ke lapangan," tambahnya.

Menu Terakhir Dikonsumsi Siswa dan Warga

Ratusan warga Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam diduga keracunan setelah menyantap menu makanan telur puyuh dan tempe dari program Makan Begizi Gratis (MBG).

Baca juga: Harga Emas di Padang Turun Jadi Rp2.304.000 per Gram, Warga Pantau Harga dan Tunda Jual

Informasi ini disampaikan oleh Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Rabu (2/9/2026).

Kata dia, menu makanan program MBG tersebut disantap oleh siswa, ibu menyusui hingga anak bayi.

"Menu terakhir yang disantap oleh siswa, ibu menyusui dan anak bayi adalah telur puyuh dan tempe. Menunya sama, baik di sekolah atau posyandu," ucapnya.

Setelah menyantap menu tersebut, ratusan orang mulai mengeluhkan pusing, mual, muntah, hingga diare.

Warga hingga siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh hingga rumah sakit di Bukittinggi.

"Mulai terasa keluhan oleh warga sejak kemarin, puncaknya hari ini, bahkan puskesmas kewalahan menampung pasien," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.