Hasilkan Energi Bersih, Ini Dampak Positif PGE Lumut Balai bagi Sumatera Selatan
tarso romli September 02, 2026 06:48 PM

Baca juga: PGE Lumut Balai Resmi Awali Pengeboran Sumur LMB-19.3 untuk PLTP Unit 3 Kapasitas 55 MW

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai terus memperkuat perannya dalam menopang kebutuhan energi bersih sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan.

General Manager PGE Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, dalam siniar (podcast) Tamu Tribun yang disiarkan di kanal YouTube Tribun Sumsel and Sriwijaya Post menyampaikan bahwa kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai saat ini telah mencapai 110 Megawatt (MW) menyusul sukses beroperasinya Unit 2.

Kapasitas tersebut setara dengan pasokan listrik yang mampu menerangi hingga 60 persen rumah tangga di Kabupaten Muara Enim.

Target Ekspansi dan Riset Energi Bersih

Kapasitas terpasang 110 MW saat ini baru memanfaatkan sekitar 25 persen dari total potensi energi panas bumi yang tersedia di kawasan tersebut.

“PGE menargetkan pengembangan hingga Unit 4 dengan total kapasitas 220 MW serta potensi pemanfaatan teknologi binary cycle yang ramah lingkungan,” ujar Catur dalam siniar yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post and Tribun Sumsel, Prawira Maulana.

Ketersediaan pasokan energi yang andal menjadi prasyarat mutlak untuk menarik investasi dan menggenjot pertumbuhan ekonomi regional, mengingat pertumbuhan konsumsi listrik di Pulau Sumatera tercatat berkisar 6 persen per tahun.

Selain membangkitkan listrik, PGE Lumut Balai juga menggandeng Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) untuk melakukan riset ekstraksi mineral dari fluida panas bumi, seperti kalium dan klorida untuk bahan baku pupuk pertanian, serta riset ekstraksi litium.

Komitmen Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Di sektor sosial dan lingkungan, PGE aktif menjalankan program pengentasan stunting serta pemberdayaan UMKM pelaku usaha kopi lokal.

PGE menegaskan bahwa seluruh operasional pengusahaan panas bumi tidak mengganggu ketersediaan air permukaan masyarakat karena memanfaatkan cadangan fluida jauh dari dalam perut bumi.

Selain itu, kelestarian tutupan hutan di sekitar wilayah kerja tetap dijaga ketat guna memastikan efisiensi sistem pendinginan turbin pembangkit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.