Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan sebanyak 88 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, korban dugaan keracunan makanan pada Selasa (1/9) masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah setempat.
"Tersisa 88 orang yang masih di rawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Subandi setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.
Menurutnya, kondisi mayoritas santri yang masih dalam penanganan medis saat ini dalam kondisi yang relatif stabil.
Ia menegaskan bahwa sejak terjadinya kejadian tersebut, seluruh santri korban keracunan telah ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah setempat.
SPPG Kali Tengah yang melayani Ponpes Manba'ul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lain, dinyatakan telah mengantongi izin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menemukan bahwa terdapat 31 SPPG di wilayah Sidoarjo yang belum memiliki izin.
"Total SPPG yang beroperasi di Sidoarjo sebanyak 170 dan 31 diantaranya belum mengantongi izin. Temuan ini sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar ditindaklanjuti, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu program prioritas pemerintah yang baik," kata Subandi.
Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menyatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN, Sudaryono terkait kejadian tersebut.
Ia menyatakan pihak BGN telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) operasional di SPPG terkait sejak hari ini, Rabu (2/9) untuk pelaksanaan investigasi terkait kejadian tersebut.
"Akan ada investigasi dari BGN pusat apakah akan ada suspend ringan atau berat terkait operasional SPPG tersebut," kata Teguh.
Teguh menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu.





