TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kabar membanggakan datang dari dunia literasi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Dua puisi karya mahasiswa UIN Saizu kembali dimuat di media daring Komunitas Sastrawan Goyang, Korea Selatan, pada Selasa, 1 September 2026.
Dua karya puisi tersebut masing-masing ditulis Muhammad Sahal Anifan, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dan Muhammad Fathan Al Kubro, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Keduanya aktif dalam Komunitas Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia (Sabudaya).
Ketua Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura) UIN Saizu Purwokerto, Prof. Abdul Wachid B.S. mengaku mendapatkan kabar baik tersebut dari Kim Young Soo, salah satu pihak yang terlibat dalam komunikasi di Asosiasi Sastrawan Provinsi Goyang, Korea Selatan.
"Alhamdulillah, puisi milik Muhammad Sahal Anifan dan Muhammad Fathan Al Kubro, mahasiswa UIN Saizu Purwokerto pada tanggal 1 September 2026, telah dimuat secara online di laman Komunitas Sastrawan Goyang Korea Selatan," ujar Prof. Abdul Wachid.
Pemuatan karya tersebut dapat diakses melalui kanal Komunitas Sastrawan Goyang di cafe.daum.net/goyangjakka.
Karya Muhammad Sahal Anifan dan Muhammad Fathan Al Kubro menjadi bagian dari karya sastra mahasiswa UIN Saizu yang memperoleh ruang publikasi di komunitas sastra Korea Selatan.
Menurut Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Saizu Purwokerto itu, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi kedua mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari proses memperluas jejaring literasi mahasiswa UIN Saizu ke tingkat internasional.
Pihaknya mengajak masyarakat, khususnya sivitas akademika dan pegiat sastra di Indonesia, untuk turut mengakses laman komunitas sastrawan Goyang tersebut.
"Mohon kawan-kawan di Indonesia akses sebanyak-banyaknya laman online tersebut," ajaknya mengutip pesan Kim Young Soo.
Publikasi ini juga memperlihatkan bahwa karya mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas atau lingkungan kampus.
Melalui karya sastra, gagasan dan pengalaman mahasiswa dapat menjangkau pembaca lintas negara.
Prof. Abdul Wachid mengungkapkan, publikasi karya mahasiswa UIN Saizu di komunitas sastrawan Goyang bukan kali pertama terjadi.
Hingga saat ini, sudah tiga kali puisi anggota Sabudaya dimuat melalui terjemahan di website Asosiasi Sastrawan Provinsi Goyang, Korea Selatan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan literasi dan sastra di lingkungan UIN Saizu, khususnya melalui aktivitas komunitas mahasiswa.
"Sabudaya memang berpacu dengan waktu, mengejar berbagai prestasi," terang dia.
Pasalnya, kata dia, semua anggota Sastra Bahasa Budaya sangat ingin Sabudaya menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas yang berkedudukan di Kampus II Purbalingga.
Sabudaya selama ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang sastra, bahasa, budaya, serta berbagai bentuk kreativitas literasi.
Tidak hanya menghasilkan karya untuk dipublikasikan, aktivitas literasi Sabudaya juga diarahkan pada peningkatan keterampilan mahasiswa.
Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pelatihan dan pengembangan penulisan esai, karya tulis ilmiah (KTI), cerpen, hingga puisi.
Konsistensi tersebut kemudian melahirkan sejumlah prestasi. Salah satunya adalah keberhasilan anggota Sabudaya meraih Juara III Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional.
Menurut Prof. Abdul Wachid, capaian tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas literasi mahasiswa dapat berkembang menjadi prestasi ketika mendapatkan ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk terus berkarya.
Publikasi puisi mahasiswa UIN Saizu di Komunitas Sastra Goyang juga memiliki arti lebih luas. Karya sastra dapat menjadi medium pertukaran gagasan, sekaligus jembatan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.
Kehadiran karya mahasiswa dalam media komunitas sastra di Korea membuka peluang bagi pembaca internasional untuk mengenal perspektif generasi muda Indonesia melalui bahasa puisi.
Bagi UIN Saizu, capaian tersebut sekaligus memperkuat ekosistem literasi kampus dan menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi untuk membawa karya mereka ke ruang publik yang lebih luas.
Publikasi puisi secara internasional ini menjadi catatan terbaru dalam perjalanan tersebut.
Setelah tiga kali pemuatan karya anggota Sabudaya, jejaring sastra UIN Saizu dengan komunitas sastrawan Goyang Korea Selatan pun semakin menunjukkan perkembangan positif. (***)