TRIBUNJATENG.COM - Universitas Diponegoro (Undip) kembali memperkuat jejaring akademik global melalui program Visiting Professor dengan menghadirkan Prof. Marcel Jaspers, Ph.D., dari University of Aberdeen, United Kingdom.
Program ini di-host oleh Prof. Dr. Delianis Pringgenies, M.Sc. dan didukung pendanaan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro, dengan dukungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D.
Kegiatan Visiting Professor mengangkat tema:
“Seminar and Workshop on Marine Natural Products for Sustainable Ocean Health: Translating Discovery into Application.”
Tema tersebut menyoroti pentingnya menerjemahkan hasil penelitian marine natural products dari tahap penemuan menuju aplikasi yang memberikan manfaat nyata bagi kesehatan laut dan pembangunan berkelanjutan.
Forum ini juga menjadi ruang untuk membahas potensi sumber daya laut, bioteknologi kelautan, senyawa bioaktif, serta peluang pemanfaatannya dalam berbagai bidang.
Baca juga: Galian Fiber Optik Picu 2 Warga Blora Kecelakaan, Mora Republik: Kami Bertanggung Jawab
Baca juga: Pengurus Baru Pramuka Wonosobo Dilantik, Bupati Afif Soroti Penguatan SDM Generasi Muda
International Community Service: Menghubungkan Pengetahuan Global dengan Masyarakat
Sebagai bagian dari rangkaian program internasional Undip, kegiatan International Community Service dilaksanakan pada 28 Agustus dan 1 September 2026 di Desa Mangkang dan Kelurahan Tembalang, Semarang, dengan melibatkan sekitar 10 peserta internasional.
Program ini mengangkat tema:
“Transformasi Limbah Berbasis Bioekonomi Sirkular melalui Pengomposan dan Valorisasi Limbah Perikanan untuk Mendukung Pencapaian SDGs 11, 12, dan 13 pada Komunitas Pesisir dan Perkotaan di Jawa Tengah.”
Kegiatan diarahkan pada penerapan konsep circular bioeconomy melalui pengelolaan limbah, pengomposan, dan valorisasi limbah perikanan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang bernilai sekaligus mendukung pencapaian SDGs 11, 12, dan 13, khususnya dalam membangun komunitas berkelanjutan, mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta merespons perubahan iklim.
Kehadiran peserta dari berbagai negara juga menciptakan ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas budaya.
Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif global dengan persoalan dan potensi lokal.
Keynote Speaker pada MMI Conference
Rangkaian agenda akademik dilanjutkan pada 2–3 September 2026 melalui The 2nd International Conference of Indonesian Molluscs and The 7th National Seminar on Molluscs (MMI Conference).
Konferensi mengangkat tema:
“Advancing Molluscs Science for Sustainable Blue Economy and Climate Resilience.”
Dalam forum tersebut, Prof. Marcel Jaspers hadir sebagai salah satu keynote speaker, memberikan perspektif internasional mengenai perkembangan ilmu kelautan dan pemanfaatan sumber daya laut dalam mendukung sustainable blue economy dan climate resilience.
MMI Conference mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dari berbagai institusi untuk berbagi hasil penelitian sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ilmu dan inovasi kelautan.
Membuka Peluang Kolaborasi Indonesia–United Kingdom
Menurut Prof. Delianis Pringgenies, selaku Host Professor, kehadiran Prof. Marcel menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan akademik antara UNDIP dan University of Aberdeen.
“Kehadiran Prof. Marcel bukan hanya memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman internasional, tetapi juga membuka peluang membangun kolaborasi riset jangka panjang. Kami berharap interaksi ini dapat berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran mahasiswa, dan berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya,” ujar Prof. Delianis.
Dukungan WCU Undip dalam program ini mencerminkan komitmen universitas terhadap penguatan internationalization, academic networking, dan global research collaboration. Dukungan FPIK Undip juga menjadi bagian penting dalam mempertemukan kepakaran internasional dengan pengembangan ilmu dan inovasi kelautan di Undip.
Rangkaian program yang mencakup Visiting Professor, International Community Service, dan MMI Conference memperlihatkan bahwa internasionalisasi UNDIP tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik di dalam kampus, tetapi juga hadir melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi riset, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Undip terus membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas akademik global sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu kelautan untuk mendukung sustainable ocean health, circular bioeconomy, blue economy, dan climate resilience. (*)