TRIBUNJATENG.COM, BLORA – PT Ekamas Mora Republik siap bertanggung jawab terhadap warga yang menjadi korban kecelakaan yang diduga berkaitan aktivitas galian fiber optik di Kabupaten Blora.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum Pembahasan Penggalian Fiber Optik di Ruas Jalan Kabupaten Blora yang digelar di Kantor Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Rabu (2/9/2026).
Manajer Operasional Jateng-DIY PT Ekamas Mora Republik, Sholihun mengatakan, pihaknya akan segera mendatangi korban untuk memastikan kondisi dan kronologi kecelakaan.
Baca juga: Hasil Cek Kesehatan Gratis, 163 Pelajar Blora Teridentifikasi Masuk Kategori Obesitas
"Yang pertama tuntutan dari warga sekitar yang terdampak oleh galian optik, dimana itu terjadi kecelakaan, hari ini kami akan sowan, kami akan silaturahmi ke korban, kami bertanggung jawab," kata Sholihun, Rabu (2/9/2026).
Lebih lanjut, pihaknya akan terlebih dahulu mengecek data korban serta menggali informasi mengenai kronologi kejadian.
Hal itu dilakukan agar bentuk tanggung jawab perusahaan dapat diberikan berdasarkan fakta di lapangan.
"Kami akan cek datanya agar kami bisa berkomunikasi secara baik dengan warga yang terdampak oleh galian optik," ujarnya.
Sholihun mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci bentuk pertanggungjawaban yang akan diberikan kepada korban.
Pasalnya, informasi mengenai kecelakaan tersebut baru diteriman saat forum pembahasan.
"Ini baru kami cek ke sana. Katanya ada yang patah tulang. Kami akan pastikan kronologisnya juga, akan cari saksi-saksinya seperti apa," jelasnya.
Pihaknya menegaskan, Mora Republik tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kejadian tersebut.
Dalam forum tersebut, diketahui terdapat dua warga yang disebut menjadi korban kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas galian fiber optik. Kedua korban tersebut mengalami kecelakaan di lokasi berbeda.
"Kalau dari yang disampaikan di forum tadi itu ada dua korban. Ada yang dari Brumbung, satu ibu-ibu, yang kedua adalah bapak-bapak. Cuma lokasinya berbeda," kata Sholihun.
Korban ibu-ibu disebut mengalami kecelakaan di sekitar kawasan Terminal Blora, sedangkan korban bapak-bapak mengalami kecelakaan di depan Koramil Jepon.
Informasi mengenai kondisi korban, termasuk dugaan patah tulang, masih akan diverifikasi langsung oleh pihak Mora Republik.
Kabel optik tersebut dipasang untuk mendukung jaringan internet dengan panjang pengerjaan mencapai sekira 12 kilometer, membentang dari wilayah Blora hingga Jiken.
"Mora Republik sebagai penanggungjawab, dan bekerja sama dengan tiga vendor," paparnya. (*)